Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

Tim Kecil

Hening masih bersahabat dengan pagi dini hari. Sudah dua hari ibukota tak disapa hujan, bahkan gerimis pun tak hadir, untuk sekedar menyirami bunga setaman. Ya, memang rerumputan dan kembang, tampak hijau. Guyuran air yang turun dari langit, juga membuat bibit kelengkeng yang ku lempar seminggu lalu, mulai tumbuh tunas dan hari ini, empat helai daun mulai keluar. Menjulur ke kanan ke kiri, tampak kompak.  Pagi ini harus bergegas lebih awal, persis waktu sahur (kalau bulan Ramadan) hehehe. Bali we'll coming. Yap, setelah tahun lalu kita workshop tipis-tipis ke kota Hujan, Bogor, tahun ini, 2025, kita melancong agak jauhan dikit, keluar pulau Jawa. Pulau Dewata. Selain koordinasi yang matang, kesiapan fisik dan mental perlu diasah. Beruntungnya, setiap tahun masuk dalam komite (meskipun anggota sih), tapi setidaknya senang bisa berdampak untuk teman-teman sekebon , eh sekantor.  Gesekan dan percikan mesti ada, dan itu jadi bumbu penyedap di setiap organisasi, sekecil apa pun i...

Retaknya Idealisme: Perjumpaan dan Perpisahan di Ibukota

“Kenapa matamu terlihat seperti baru selesai menangis?” tanyaku.  “Peduli amat dengan mata ku” jawabnya dengan nada ketus “Aku masih tak paham dengan jawabanmu, jawaban atas pertanyaanku hanya ada dua, ya atau tidak” “Seharusnya kamu tak perlu terlalu ketus dan serius, karena aku hanya ingin tau sebab musabab matamu terlihat merah dan sembab” jelas ku “Mata, mata ku sendiri, nangis, nangis ku sendiri, kenapa kau harus turut campur urusanku?” kembali dia menyanggah ku “Aku tak mau terlarut dengan urusan pribadimu, kamu saja yang terlalu baper dan sensi” aku menjawabnya dengan nada santai Obrolan malam itu yang bisa jadi tak penting, tapi sebagai seorang teman, setidaknya menyapa dengan basa-basi bisa membuka pembicaraan selanjutnya. Nyatanya Pandu tak menaruh respek padaku. Aku kenal dia sejak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi alias kuliah. Sudah terbiasa menghadapi sikap juteknya yang tiada duanya. Meskipun kami tak pernah tergabung satu kelas, aku dan Pandu masuk dalam satu...