Percakapan pagi hari Ide itu memang datang tiba-tiba, tak perlu diundang, namun masalahnya, kadang "eksekusinya" yang kurang. Benar kata orang kebanyakan, ide itu melayang di pikiran, tinggal kitanya saja, mau "petik" ide itu, atau membiarkannya hilang bersama bayang-bayang. Ide tak perlu muluk-muluk, sederhana saja, yang penting Anda bisa langsung "beraksi". Termasuk pagi ini, selepas mengantar anak lanang untuk ekskul, otak ini seolah berbisik, "bagaimana kalau setelah ini, kalian pergi ke perpustakaan kota?" Begitu godanya pagi itu. Sementara dari balik telepon, emaknya anak-anak mengingatkan pesanannya, "jangan lupa beli obat dan vitamin " menutup percakapan. Sebelumnya tentu saja memastikan posisiku dimana, padahal jelas-jelas sedang perjalanan ngantar tole ke sekolahan. Sambil mengendalikan motor beat hitam yang masih kinclong, bergegaslah menuju apotek, sesuai pesanan dewan pengawas rumah tangga. Boleh juga tawaran berakhir ...
Menulis bukan sekedar hobi, tapi berbagi! Saya datang, saya lihat (baca), saya tulis dan saya ingat! Tulisan itu abadi.