Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Maroko dan Tukang Tambal Ban Dadakan di HBKB

Jakarta tak diguyur hujan semalam, meskipun sedari siang awan pekat menyelimuti langit Ibukota. Angin juga lagi kenceng-kencengnya. Cukup membantu cucian untuk lekas kering 😀 Cuaca akhir pekan yang bersahabat ini patut di syukuri oleh para Gibol! Kenapa? Yuk simak 😁 Tak hanya di Jakarta, bahkan di dunia sedang demam sepakbola. Gelaran Piala Dunia 2022 sebabnya! Hampir sebulan hajatan 4 tahunan ini dihelat, semakin hari, pertandingan semakin seru. Jum'at dan Sabtu, perempat final dimainkan, ada bentrok Brazil vs Kroasia, Argentina vs Belanda, Maroko vs Portugal dan ditutup laga Perancis vs Inggris di hari Minggu dini hari. Dari delapan negara di atas, mungkin satu nama negara yang sedikit "asing" ditelinga kita, Maroko! si Giant Killer, begitu saya menyebutnya. Negara yang telah berpartisipasi lima kali di piala dunia ini, langsung menjadi sorotan dunia, terutama insan sepakbola. Semalam, Morroco atau Maroko mengamankan tiket semifinal pertamanya, setelah berhasil mengal...

Sirah Ngelu? Yo Menyang Kopi Telu!

Sirah ngelu, yo menyang Kopi Telu!  (kepala pening, mari ke Kopi Telu) Adu kreatif untuk menarik pengunjung mampir ke warung, kafe atau tempat nongkrong adalah hal yang lumrah dalam dunia usaha. Meskipun tempat strategis serta harga murah, belum tentu mampu "menghipnotis" calon konsumen. Sebelum ngopi menjadi "budaya", bisnis warung kopi belum dikelola secara profesional. Dulu warung kopi (Warkop) didesain sekadarnya saja dan hanya menjual kopi item (kopi hitam), kalau pun mau ditambah "susu", ya paling mentok ditambah kental manis! Awal booming, Warkop menawarkan WiFi untuk memikat para kopi mania (Kopman) betah dan berlama-lama di warung. Tentu saja tak hanya kopi yang ditawarkan, ada mie instan, aneka gorengan dan cemilan ringan semacam keripik dan kerupuk atau stik kentang. Tak jarang  makanan berat juga dijajakan, seperti nasi goreng. Pertama kali viral, Warkop Giras paling dicari mahasiswa pada jamannya. Sekira awal tahun 2000-an Warkop Giras begitu ...

Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Ibukota Jakarta

Siapa yang tak tau istilah car free day ? Atau hari tanpa kendaraan  bermotor? Sudah pasti pada ngeh dongs, iya kan? CFD begitu kebanyakan orang menyebutnya, adalah acara yang biasa digelar di akhir pekan di jalanan protokol atau utama. Namanya saja Hari Bebas Kendaraan Bermotor (disingkat HBKB), tentu saja tidak boleh ada satu pun kendaraan bermotor melintas, kecuali yang diijinkan, kok bisa? Di Jakarta, penyelenggaraan CFD atau HBKB memang beda. Bus way atau Trans Jakarta masih bisa melintas, meskipun acara CFD tengah berlangsung. Hal ini dikarenakan angkutan massal tersebut memiliki jalur tersendiri di sepanjang jalan Sudirman hingga Thamrin, hanya saja persis di Bundaran Hotel Indonesia, perlu pengawasan khusus, mengingat  jalurnya melingkar tanpa ada pembatas. Layaknya acara CFD dibeberapa kota, di Ibukota CFD dimanfaatkan untuk aktivitas olahraga, seperti jogging , jalan santai, bersepeda atau sekedar cuci mata, uuuuuppppssss... Tak bisa dipungkiri, CFD juga memiliki an...

Luruh Ilmu Di Taman Martha Christina Tiahahu

No Park, No Party!  begitulah kira-kira jika di Kota Metropolitan Jakarta, ini jarang ditemui taman bermain atau ruang terbuka hijau. Di Kawasan Jakarta Selatan, keberadaan taman cukup mudah dijumpai, bahkan setiap perumahan ada RPTRA, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak.  Nah , dari sekian banyak taman yang tersebar di wilayah Jaksel, ada satu taman yang lain daripada yang lain alias unik, Taman Martha Christina Tiahahu. Taman yang baru diresmikan oleh Gubernur Anies Baswedan ini memiliki nama lain Taman Literasi! Nama taman ini diambil dari salah satu dari sekian banyak pahlawan wanita di Indonesia. Pahlawan yang berasal dari Desa Abubu, Nusalaut, Maluku Tengah, ini diabadikan menjadi nama taman di tempat yang cukup strategis di Jakarta.  Taman MCT berada di Kawasan Blok M, persisnya di seberang Blok M Plaza. Untuk menjangkau taman dengan angkutan publik, bahkan sangat mudah. Via Moda Raya Terpadu alias MRT, Anda cukup berhenti di Stasiun Blok M BCA. Cari gate keluar MCT. ...

Bukan Catatan Si Boy!!!

Sudah lebih dari dua tahun merasakan hidup di Ibukota Jakarta. Hal yang tak pernah aku impikan dan inginkan. Ah, Jakarta terlalu kompleks permasalahannya. Tapi yang aku tahu, Jakarta selalu terdepan dalam setiap kejadian atau momen nasional. Jakarta terlalu rumit untuk sekedar diceritakan. Entah itu cerita yang indah, hingga kisah pilu selalu ada di Kota Metropolitan ini. Namun, satu hal yang harus selalu diingat, selalu bersyukur setiap saat! Apa yang ada dalam benakmu ketika ngomongin Jakarta?  1. Padat Penduduk 2. Macet 3. Multi kultural 4. Kota paling maju di Indonesia 5. Ibukota negara 6. Daerah Khusus Ibukota 7. Banyak artis 8. Banyak pejabat 9. Idaman pencari kerja 10. Gaji tertinggi di Indonesia 11. Angka kriminalitas tinggi 12. Tumpuan cita-cita 13. Tempat orang pintar 14. Kota modern 15. Banyak orang kaya 16. Gedung tinggi nan megah 17. Dan lain lain Kurang lebih akan seperti di atas. Ya, memang tak salah, Jakarta masih menjadi pilihan utama pencari kerja. Bukan rahasia u...

Menjajal Bus Gunung Harta, Malang - Jakarta

Lupakan dulu drama kenaikan BBM subsidi. Tepat sehari yang lalu pukul 14:30 WIB, Pertalite, Pertamax dan Dexlite resmi menggunakan harga baru. Pertalite yang notabene pengganti premium, dipatok naik Rp. 2.350/ liter, menjadi Rp.10.000,-, jika dikalkulasi kenaikannya sekitar 30,7%, ajib bukan?😬 Tiket GHTS saya pesan hari Sabtu, tanggal 03 September 2022, sekira jam sembilan pagi. Tanpa sadar dan sengaja. Selang lima jam, pemerintah resmi mengumumkan bahan bakar minyak disesuaikan (bukan naik 🤣). Dan PO Bus yang bakal saya tumpangi pun tak luput ikut melakukan penyesuaian tarif hingga Rp.60.000,- Beruntung tarif baru ini tak berlaku surut! ( Masih saja beruntung😅). Tiket bus saya pesan dari kontak yang tertera di laman Instagram PO Gunung Harta Transport Solutions (akr: GHTS). Prosesnya sangat cepat, mudah dan gak njelimet. Admin WhatsApp nya cukup cekatan dan responsif. Ditanya tujuan dan tanggal keberangkatan, untuk jam, kita yang menyesuaikan (karena armada Antar Kota Antar Provins...

Semilir Angin di Tanjakan Tiga Belas

Senja sore masih sedikit membias, ditengah padatnya lalu lintas. Temaram, sejurus sang surya perlahan mulai tenggelam.  Klakson berdentingan, mirip lagu yang tengah digubah orchestra, sedikit kacau karena tak ada sang empunya. Jakarta, setiap Jum'at selalu grusa-grusu , seperti ada yang dirindu. Lampu masih merah, namun tak sabar ingin serobot saja. Satu..dua..tiga..gas poll! Motor semburat  layaknya pembalap di lintasan, ngacir! Belum lagi yang nyelonong memotong jalur yang tak semestinya, emosi pun membuncah, sial! Drama yang tersaji hampir disetiap sore tiba, di Ibukota. Beruntung sore itu lalin cukup "lengang" kata temenku. Padahal padat merayap, hampir tak ada cela, tapi jalan terus. Masih kata dia, biasanya jalur yang kami lalui ini langganan macet, mampet, yang bikin muka sedikit pucat, berharap "parkir" berjamaah dijalanan segera terurai.  Coba tengok kanan kiri, lalu lintas memang tak ada beda, dari arah berlawanan justru cenderung macet, mungkin banyak...

Menikmati Hiburan Indonesia Tempoe Doeloe!

Spanduk Jakarta Hajatan atau Jakarta Celebrate menghiasi beberapa sudut Ibukota. Ya, Jakarta sedang memperingati hari jadinya yang ke 495! Artinya, hampir lima abad lamanya kota multi kultural ini berdiri.  Sesuai tema atau tagline- nya, gelaran pesta hari jadi Jakarta cukup semarak, salah satunya pesta rakyat yang semalam sempat saya kunjungi. Pasar Malam! Dua tahun lamanya Ibukota "hibernasi", tak ada acara offline yang digelar sejak pandemi Covid-19 melanda negeri. Praktis, hal ini sangat berpengaruh pada animo masyarakat untuk menikmati pertunjukan offline. Prokes mulai longgar, masker kini tak wajib lagi dikenakan di luar ruangan, hanya saja tetap memperhatikan kebersihan. Ini tak lepas dari angka vaksinasi yang cukup tinggi, patut disyukuri. Pasar Malam, Pestanya Rakyat Antusiasme masyarakat untuk mengunjungi Pasar Malam di Pondok Indah sangat tinggi. Pengunjungnya berjubel, penuh sesak dan susah untuk bergerak. Maklum, mungkin karena malam minggu. Baru sekira seminggua...

Angkot, nasibmu kini...

Jakarta terik hari ini. Pagi hari matahari sudah cukup menyengat, meskipun semalam gerimis mendera ibukota. Angin bertiup cukup kencang, cukup untuk menggoyang daun dan jemuran di pelataran. Cuaca cukup mudah berubah, pagi terik menjelang siang hujan turun. Sorenya cerah kembali merekah, tak jarang ketika malam, tiba-tiba hujan dengan intensitas lebat. Begitu kira-kira cuaca sebulan belakangan. Mengawali Ramadhan yang cerah ini, menyempatkan ke bengkel motor, untuk merefresh kerja mesin motor dan memperbaiki performanya, namanya juga motor butut he.he.he. Sembari menunggu motor dalam perawatan atau under maintenance, tetiba sekelebat dalam pandangan mobil angkot yang kondisinya cukup memprihatinkan, bopeng di sana-sini, seolah tak terawat. Melihat kondisi fisiknya saja sudah tak tega, bagaimana kalau kita jadi salah seorang penumpangnya? Was-was kali ya? Khawatir ditengah perjalanan mogok dan tak mampu melanjutkan ke tempat tujuan. Amsyong dah! Merawat mesin dan fisiknya untuk angkutan...

Hujan tak Menyurutkan Menyalurkan Hobi

Era tahun sembilan puluhan bisa dibilang merupakan generasi yang masih bebas berekspresi, terutama membaur dengan alam dan lingkungan sekitar. Kedekatan inilah yang membuat kekeluargaan satu dengan yang lainnya terjaga. Kebebasan untuk menikmati pesona alam yang masih hijau, jauh dari polusi.  Ada istilah BOLO atau kepanjangan dari Bocah Lali Omah (anak lupa rumah) karena kesehariannya habis untuk berpetualang di luar rumah. Ada pun nonton televisi hanya dihari Sabtu dan Minggu, itupun selepas bangun tidur, siangnya? Mbolang lagi! Beda zaman, beda kebiasaan. Keterbatasan pengetahuan tentang teknologi (dibanding saat ini) membuat generasi di era 90 an banyak menghabiskan waktu untuk bermain, berkumpul dan belajar tentang alam. Titen, dalam bahasa Jawa merupakan salah satu keahlian atau pengetahuan tentang sesuatu yang terjadi dengan pola tertentu dan berulang, bisa dibilang prediktif (berhubungan dengan alam). Salah satu contoh, kalau dulu musim hujan bisa ditebak. Memasuki bulan y...