Jika aku bisa menyebutnya pahlawan, Jika aku bisa memanggilnya ksatria, Jika aku bisa memeluknya penuh sayang, Jika aku bisa mencium keningnya, pipinya, tangannya, kakinya Namun tak bisa! Raga telah berpisah dengan ruh suci. Mataku nanar melihat beliau pertama kali sakit parah, semua bermula ketika lomba pitulasan di kampung, mancing. Lomba yang rutin digelar sejak puluhan tahun lalu. Dan tak sekalipun Bapak absen! Mancing adalah hobi beliau, bahkan Bapaklah yang mengenalkanku mancing. Saat itu aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), beliau mengajakku ke kota untuk berjalan-jalan, masih pagi, ketika libur. Aku kira hanya sekedar jalan-jalan seperti biasa, tak tahunya mampir ke toko pancing. Hanya bisa membaca, tak tahu menahu bentuk dan model pancing. Bayangkanku pancing itu hanya sekedar lonjoran bambu yang dimodifikasi sedemikian rupa, hingga membentuk mirip galah, runcing dibagian depannya. Nyatanya, joran pancing...
Socio Article
Menulis bukan sekedar hobi, tapi berbagi! Saya datang, saya lihat (baca), saya tulis dan saya ingat! Tulisan itu abadi.