Langsung ke konten utama

Postingan

Kado Sumbang: Merawat Ingatan Tragedi Simpang Kraft Aceh

Renovasi membuat salah langkah Lama tak berkunjung ke Perpustakaan Kota, padahal tak perlu waktu lama untuk menjangkaunya, hanya dua puluh menit dari tempat tinggal. Perpustakaan yang berada di kawasan Jalan Ijen, Kota Malang ini, letaknya cukup strategis. Selain berada di kawasan elite, taman baca ini masih satu kompleks dengan Stadion Gajayana dan Mall Olympic Garden (MOG). Geser ke Barat, ada Universitas Negeri Malang dan Universitas Merdeka. Sayangnya meskipun secara letak geografis cukup mendukung, namun tak sebanding dengan jumlah pengunjung perpustakaan. Lahan parkir luas, nan teduh karena dikelilingi pohon raksasa. Pintu masuk utama sedang ditutup saat itu. Sedang ada pemeliharaan lantai. Pengunjung dilewatkan pintu samping. Saya dan keluarga termasuk yang kecele, buru-buru masuk dari pintu utama, eh lha kok ditutup. Sedang renovasi. Terhitung baru kali ketiga sejak jadi member berkunjung ke perpus Malang. Ada perpustakaan khusus anak, di lantai dasar. Lengkap dengan mainan ten...

Sepenggal Cerita Buruh Dasian, SCBD

"Bagaimana rasanya berkantor di sini?"tanyaku "Di SCBD sih ramah di mata, tapi mepet di dompet" jawab temanku sembari tertawa terbahak-bahak. Seketika suasana petjah senja itu.  Hampir sebulan "berkantor" di kawasan yang katanya elit, SCBD, membuat kami beradaptasi kembali, meskipun jaraknya hanya beberapa kilometer dari kantor lama, kawasan Blok M. Setahunan yang lalu, SCBD sempat menjadi trending topic di media sosial, twitter, hashtag SCBD, jauh sebelum Bonge dan pemuda Citayam viral dengan CFW, Citayam Fashion Week-nya. Selain dikenal sebagai "pusatnya" Jakarta Selatan, SCBD juga identik dengan "kemewahan". Gedung tinggi pencakar langit saling berhimpitan, pusat perbelanjaan dengan label go international , hingga restoran mewah kelas dunia, ada di sini. Namun siapa sangka, ada hal unik yang menarik untuk dikulik! Fakta bahwa tak semua pekerja adalah "karyawan" dengan jabatan mentereng dan gaji setinggi langit, juga cukup...

Lagi Pusing? Yuk Main ke Taman Puring

Di Ibukota, menemukan taman hutan kota memang bukan hal yang susah, maklum, selain untuk mengurai polusi, kehadiran hutan taman kota sekaligus solusi untuk "rekreasi". Akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk mengurangi rasa pening, salah satunya ke Taman Puring! Rimbunnya pepohonan dan udara segar menjadi barang berharga di Ibukota. Terbukti setiap akhir pekan, kawasan puncak Bogor selalu ramai dikunjungi warga yang mayoritas berasal dari Jakarta.  Keinginan yang sama membuat kondisi lalu lintas menuju kawasan puncak Bogor sering macet di hari Sabtu dan Minggu, bahkan Jum'at malam sudah merambat, hebat! Healing back to nature adalah favorit . Wisata alam masih menjadi pilihan utama bagi sebagian besar keluarga. Ditengah aktifitas yang padat dan menguras tenaga, mata ini seolah ingin melihat hal berbeda, tak melulu di depan layar laptop atau komputer saja.  Sesekali mata boleh dimanja dengan pemandangan alam, entah itu curug, pantai atau hamparan kebun teh. Dan semua itu...

Goa Cina, "Vitamin Sea" yang Layak Dikunjungi

Hampir dua minggu lamanya belum update  di aset berharga ini, blog gratisan, tempat yang pas untuk titip tulisan. Tidak hanya diingatan dan lisan, cerita itu berharga dan menyimpan makna.  Kisahnya tak akan lekang oleh waktu. Jangan berpikir menulis itu tak berharga, karena setiap tulisan ada penggemarnya. Tak perlu fokus pada seberapa banyak tulisan Anda dibaca, demi tujuan yang mulia. Ah sudahlah, selamat membaca ya!🙌 Goa Cina, pantai yang terletak di ujung selatan Kabupaten Malang. Membujur dari timur ke barat tak jauh dari jalur lingkar selatan Jawa. Jarak tempuh dari pusat Kota Malang sekira tiga jam.  Ada banyak pilihan jalur untuk mencapai Pantai Goa Cina ini. Ada jalur mainstream via Balekambang, atau jalur anti mainstream via Sendang Biru. Bagi Anda yang memiliki sanak saudara atau putra putri yang rentan "mabuk" darat, jangan coba-coba melintas jalur Sendang Biru. Jalanan yang curam, ditambah dengan kelak kelok yang panjang, cukup untuk mengocok perut supir d...

Eksotisnya Air Terjun Dlundung

Dlundung Waterfall atau Air Terjun Dlundung bukan wisata alam yang baru dibuka. Air terjun yang terletak di kaki Gunung Arjuno ini sejak lama sudah ada. Belakangan nama Dlundung semakin didengar banyak orang. Tak pelak, kini Dlundung menjadi primadona baru destinasi wisata alam. Memasuki musim libur lebaran Kawasan Wisata Dlundung Waterfall atau air terjun Dlundung dibanjiri wisatawan. Ribuan pengunjung memadati tempat wisata di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Terlihat dari jumlah kendaraan yang terparkir di sepanjang pintu masuk mengular hingga area pendapa/ rest area . Dlundung terus berbenah! Untuk menarik minat wisatawan, pengelola wisata Dlundung terus melakukan inovasi dan mempercantik tampilan di sekitar area air terjun. Selain menambah fasum (Musholla, Toilet dan Lahan Parkir), manajemen juga menambah satu wahana menarik lainnya, rumah kelinci! Harga Tiket Masuk (HTM) ke rumah kelinci cukup terjangkau, hanya Rp.10.000/ orang. Belum termasuk ongkos pakan, wortel. Anda bis...

Ragunan: Kebun Binatang yang Mustahil Dikunjungi Sekali Saja

Berkesempatan berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan atau Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menjadi pengalaman unik sekaligus menarik. Dibalik bangunan tinggi menjulang di Jakarta, keberadaan TMR menjadi pembeda! Kawasan hijau nan asri di Selatan Jakarta ini bisa dibilang "paru-paru kota" yang cukup luas. Keberadaan pepohonan yang rimbun dan bermacam-macam jenisnya jadi hal unik untuk dipelajari. Disamping fauna yang jumlahnya ribuan, flora yang tersebar di TMR ini juga tak kalah jumlah dan ragamnya. Setiap pohon yang ditanam, disediakan papan informasi dan profilnya, pun begitu dengan hewannya. Kesan pertama yang terlintas begitu menginjakkan kaki di Ragunan, meneduhkan!  Dari sejarahnya, taman yang memiliki luas kurang lebih 147 hektar ini merupakan relokasi dari taman Cikini yang dulu bernama Planten en Dierentuin. Didirikan oleh Culturele Vereniging Planten en Dierentuin diatas tanah 10 Ha yang merupakan pemberian Raden Saleh dimasa pendudukan Belanda, atau dikenal dengan nama...

Magis Idul Fitri!

Idul Fitri Jam masih menunjukkan pukul 03:30 pagi, namun suara kokok ayam mulai bersahutan. Lirih terdengar tarhim Subuh berkumandang dari corong masjid. Udara cukup dingin, hujan turun semalam, meskipun sebentar, tapi sudah membuat hawa sejuk dikampung ku.  Rasanya baru saja mata terpejam, namun terbangun karena janji yang ku buat bersama teman-temanku. Aku habis begadang bersama mereka, menikmati malam takbiran, Idul Fitri. Semangat untuk bermain, berkumpul, bersenda gurau dan momen hari raya Idul Fitri menjadi pembeda pagi itu.  Tak seperti hari-hari biasanya, bangun pagi adalah ritual terberat dan penuh perjuangan. Spesial hari ini, alarm otomatis muncul dari otak untuk membangunkan tuannya, percaya atau tidak, tapi itu sering terjadi.  Buru-buru aku turun dari tempat tidur, sembari mengumpulkan tenaga, aku merapikan bantal, guling dan sprei yang terlihat berantakan dan acak-acakan. Rupanya tidurku pulas, meskipun hanya tiga jam, yang terpenting bagiku tidurku berkual...