Langsung ke konten utama

Postingan

Ragunan: Kebun Binatang yang Mustahil Dikunjungi Sekali Saja

Berkesempatan berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan atau Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menjadi pengalaman unik sekaligus menarik. Dibalik bangunan tinggi menjulang di Jakarta, keberadaan TMR menjadi pembeda! Kawasan hijau nan asri di Selatan Jakarta ini bisa dibilang "paru-paru kota" yang cukup luas. Keberadaan pepohonan yang rimbun dan bermacam-macam jenisnya jadi hal unik untuk dipelajari. Disamping fauna yang jumlahnya ribuan, flora yang tersebar di TMR ini juga tak kalah jumlah dan ragamnya. Setiap pohon yang ditanam, disediakan papan informasi dan profilnya, pun begitu dengan hewannya. Kesan pertama yang terlintas begitu menginjakkan kaki di Ragunan, meneduhkan!  Dari sejarahnya, taman yang memiliki luas kurang lebih 147 hektar ini merupakan relokasi dari taman Cikini yang dulu bernama Planten en Dierentuin. Didirikan oleh Culturele Vereniging Planten en Dierentuin diatas tanah 10 Ha yang merupakan pemberian Raden Saleh dimasa pendudukan Belanda, atau dikenal dengan nama...

Magis Idul Fitri!

Idul Fitri Jam masih menunjukkan pukul 03:30 pagi, namun suara kokok ayam mulai bersahutan. Lirih terdengar tarhim Subuh berkumandang dari corong masjid. Udara cukup dingin, hujan turun semalam, meskipun sebentar, tapi sudah membuat hawa sejuk dikampung ku.  Rasanya baru saja mata terpejam, namun terbangun karena janji yang ku buat bersama teman-temanku. Aku habis begadang bersama mereka, menikmati malam takbiran, Idul Fitri. Semangat untuk bermain, berkumpul, bersenda gurau dan momen hari raya Idul Fitri menjadi pembeda pagi itu.  Tak seperti hari-hari biasanya, bangun pagi adalah ritual terberat dan penuh perjuangan. Spesial hari ini, alarm otomatis muncul dari otak untuk membangunkan tuannya, percaya atau tidak, tapi itu sering terjadi.  Buru-buru aku turun dari tempat tidur, sembari mengumpulkan tenaga, aku merapikan bantal, guling dan sprei yang terlihat berantakan dan acak-acakan. Rupanya tidurku pulas, meskipun hanya tiga jam, yang terpenting bagiku tidurku berkual...

Tak Menjenuhkan, Perjalanan Jarak Jauh dengan Kereta Api Indonesia

Saat ini calon penumpang dihadapkan pada pilihan moda transportasi umum yang perlahan tapi pasti ada perbaikan dari waktu ke waktu. Mulai dari angkutan darat, laut dan udara. Tak terkecuali moda transportasi kereta.  Kereta api di Indonesia terus bertransformasi dari yang dulu terkesan kumuh, penuh sesak hingga banyak kejahatan yang terjadi diatas kereta. Meski awalnya menuai pro dan kontra terhadap perbaikan sistem perkeretaapian, fakta saat ini moda transportasi kereta mulai diperhitungkan.  Perbaikan masif dilakukan oleh perusahaan pelat merah ini. Bukan tanpa halangan, banyak tantangan yang dihadapi oleh KAI, mulai dari penertiban "stasiun bayangan" hingga pedagang asongan.  Maklum, sudah berpuluh tahun lamanya sistem "tradisional" sudah berjalan. Mengubah kebiasaan memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Semua perhitungan harus matang, termasuk dari sisi bisnis dan keberlangsungan. Setiap momen libur panjang seperti Hari Raya Idul Fitri dan Nataru (Natal...

Jakarta dengan Moda Raya Terpadu

Siapa yang tak kenal Jakarta? Atau ada yang tak pernah dengar Jakarta? Kota spesial yang terpilih menjadi Ibukota Indonesia hingga saat ini. Kota yang menjadi pusat bisnis dan pemerintahan dengan populasi penduduk terpadat pertama di negeri ini.  Terletak diujung barat Pulau Jawa, Jakarta perlahan tapi pasti berubah menjadi kota metropolitan yang cukup diperhitungkan dikawasan Asia Tenggara, bahkan dunia. Banyak gedung pencakar langit dan mall dengan teenant brand kelas dunia. Tak ayal banyak pendatang mengadu nasib di Jakarta.  Arus urbanisasi ke ibukota memang tak bisa dicegah, mengingat pemerataan ekonomi di negeri ini belum sampai ke pelosok. Tanpa dibekali keterampilan yang mumpuni, akan susah untuk berkembang di kota ini.  Walhasil, mereka dengan modal nekad tak jarang harus kembali ke daerah dengan tangan kosong. Namun, tak jarang putra daerah dari pelosok negeri juga bisa eksis dan sukses di Jakarta.  Iming-iming upah yang tinggi di atas rata-rata menjadi sa...

Wisata Pantai ke Tanah Lot nya Jawa!

Berwisata ke pantai memang tak ada bosannya, selain suara deburan ombak dan angin sepoi-sepoinya, bermain air laut memiliki khasiat tersendiri, seperti membuat wajah lebih fresh, menyembuhkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan saluran pernafasan dan paru-paru.  Saat ini, masyarakat Jatim semakin dimanjakan dengan banyaknya pilihan wisata pantai (wispan) yang tersebar, khususnya di kawasan selatan Kabupaten Malang. Destinasi wisata seperti Watu Leter, Kondang Merak, Bajul Mati, Gatra, Tiga Warna, Goa Cina, Banyu Meneng, Sendang Biru, Ngliyep, Clungup, dan Balekambang. Nama pantai terakhir, Balekambang, merupakan Wispan yang mainstream dan sangat terkenal.  Terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Sekira 60 kilometer dari pusat Kota Malang, ditempuh sekitar dua jam perjalanan. Akses jalan dari Kota "dingin" Malang ke Balekambang cukup bagus. Sebagian besar beraspal, mulus dan lebar. Sepanjang jalan, jika kita beruntung, ketika cuaca cerah, dapat k...

Secangkir Kopi dan Selusin Cerita Hidup

Sudah tiga hari lamanya hujan tidak turun di Kota Bumi Wali. Padahal jika melihat kalender masuk pertengahan bulan Januari, artinya masih masuk musim penghujan.  Merujuk pernyataan BMKG "seharusnya" dalam seminggu ke depan beberapa daerah di wilayah Jawa Timur akan terjadi hujan lebat. Dan....benar saja, ramalan BMKG tidak meleset kali ini, hujan deras disertai petir dan angin!!! Alhamdulillah Jam masih menunjukkan pukul 17:00, namun langit sudah begitu gelap. Pekatnya awan hitam seolah tak mampu menahan beban butiran air, menggelayut hampir menyentuh permukaan. Angin berhembus cukup kencang, khas dengan "bau" hujan selepas menghujam tanah.  Bergegas aku berkemas, berharap sampai di rumah tanpa keramas (karena kehujanan). Dengan langkah seribu, kutempelkan jari, sejurus kemudian ada yang bilang "terimakasih". Artinya absensi ku ter record dengan sempurna, terimakasih kembali mesin checklock !!! hehehehe Belum juga ku tunggangi sepeda motor, angin bertiup...

Islamic Center (alun-alun) Gresik, apa kabarmu?

Lalu lalang kendaraan cukup lengang malam itu. Pedagang berjajar rapi memanjang jalan, bak kereta api. Kelap kelip lampu warna-warni tampak meriah dari kejauhan. Hembusan angin cukup kuat untuk menggoyang ranting dan dedaunan Rimbun, tapi tampak sepi pengunjung, maklum belum memasuki akhir pekan.  Disekelilingnya, diapit gedung tua yang tampak terbengkalai, meskipun masih ada penerangan. Temboknya tampak runtuh dibeberapa bagian. Pilarnya masih berdiri tegak dan kokoh, besar, cukup kuat untuk menahan beban bangunan keseluruhan. Sayup-sayup terdengar tilawah Al-Quran dari corong Masjid Jami'. Ya, kami sedang berada di "eks" alun-alun Kabupaten Gresik. Bagi masyarakat Gresik, alun-alun bukan merupakan tempat yang asing, bahkan menjadi jujugan ketika memasuki akhir pekan. Letaknya yang berdekatan dengan kompleks Makam Maulana Malik Ibrahim, menjadikan alun-alun Gresik sebagai wisata alternatif selain wisata religi.  Melihat peluang ekonomi yang ada, semakin banyak pedagang...

Senin pagi di Bus AKDP: Romantisme Pekerja Urban

Genangan air masih tampak samar dibawah sorotan lampu jalan. Sesekali suara kodok bersahutan, bernyanyi dengan riangnya. Kabut tipis menyelinap diantara ranting pepohonan disepanjang jalan. Terlihat dari kejauhan sang surya juga masih malu dengan mendung yang masih terus merayu.  Cahayanya redup, cenderung sendu. Hawa sejuk sangat terasa pagi itu, maklum, hampir setengah tahun lamanya hujan tak turun. Hujan cukup deras menghujam bumi tanpa ampun semalam Syukurlah, Dia masih memberikan nikmat hujan kepada kita. Pagi masih gelap, masih menunjukkan pukul 04.30, itu artinya jama'ah sholat Subuh baru saja turun dari masjid. Bangun diawal waktu memang berat, apalagi dihari Senin. Mengawali rutinitas setelah libur selama dua hari, Sabtu dan Minggu.  Bagi mayoritas pekerja, hari Senin adalah hari yang paling dibenci sekaligus hari yang paling dinanti. Kalau tidak ada hari Senin, bisa jadi kita tak digaji, karena hari berawal dari Senin s.d Jumat untuk mengais rejeki. So, tidak ada...

BoonPring Penghilang Pening

Bermula dari "provokasi" ibu-ibu dasawisma, bapak-bapaknya pun latah , ingin piknik bareng! Rencana melancong pun dibahas sat-set , express , cepat! Hanya dua minggu berselang, tibalah saatnya kita berwisata. Pagi-pagi sudah ditugasi untuk nempel nomor urut mobil peserta. Total ada 10 mobil MPV, ya tanggung renteng lah, BBM diisi sendiri   urusan perut dan tiket masuk, sudah ada donatur, alhamdulillah. Sudah mirip petugas pajak yang lagi menyisir rumah warga untuk cek pajak kendaraan alias STNK hehehe. Janjian jam 6 pagi di depan balai RW, namun tak satupun orang tampak batang hidungnya. Wajar sih, Malang sedang dingin-dinginnya. Mending tarik selimut, daripada harus bangun pagi-pagi. Dari HP terpantau, suhu rata-rata sekitar 17 derajat, kalah gak tuh AC?  Beberapa kali memantau dari depan rumah, kondisi gang utama, masih saja mamring. Geliat mulai terlihat sekira jam tujuh. Koordinator sang empunya gawe baru saja beberes, mengumpulkan konsumsi dari donatur dan tetangga. Loa...