Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Empat puluh lima menit di Lebak Bulus

Jam menunjukkan pukul 20:53, tapi suasana masih saja meriah, Jakarta. Apalagi malam minggu, malam yang panjang yang asyik buat nongkrong, katanya. Tanggal muda, masih belum masuk dua digit angka di kalender, “amunisi” masih cukup untuk ngopi dan nge- mall . Namun, tak semua orang bisa menikmati momen yang sama, momen terima gaji dan bersenang-senang bersama keluarga, meskipun sekali atau dua kali, makan di luar.  Jakarta mulai masuk musim penghujan, tak terkecuali Sabtu pagi. Mungkin diantara warga juga ogah untuk keluar rumah, macet. Saat itulah menjadi berkah bagi pekerja informal, seperti tukang sekoteng keliling, cuanki, nasi goreng, ketoprak, mie ayam, siomay dan masih banyak lagi pedagang “offline” yang menjajakan dagangannya ke gang-gang sempit.  Bagaimana dengan green jacket atau jaket hijau? Sama! Mereka juga mengais rejeki di tengah cuaca yang sedang sejuk-sejuknya. Setelah sempat indeks udara di Jakarta, merah merona di hari Jum'at, bahkan ada wilayah statusnya hi...

Dapur, Rindu dan Kenangan: Memoar Anak Lelaki di Pawon

Kuruyuk ayam bersahutan, burung trucukan juga tak kalah seru, bersiul, bersorak, seolah kegirangan menyambut hari. Tak sedikit pun mentari surya terlihat, namun karena insting alamnya sudah terasah, “hewan pagi” itu seolah telah siap menjalani takdir, apapun yang terjadi.  Wecker alam itu menjadi sahabatnya menjelang pagi, setia. Tak sekalipun luput dari pendengarannya, kokok ayam dan nyanyian burung, baginya adalah berkah. Setidaknya masih menghirup udara segar, menikmati drama hidup yang telah menantinya.  Kepulan asap dapur begitu tebal, kayu bakar untuk memanasi kemaron pagi ini sedikit basah karena cipratan hujan semalam. Meskipun tak parah, lembab juga ikut berperan, kayu-kayu yang sedianya kering, sedikit melempem. Bagus harus bekerja extra , agar bibit api terjaga, membakar ranting-ranting yang disusun di antara dua apitan batu bata merah.  “Gus, tolong ambilkan air di gentong ya” pinta perempuan lansia itu “Baik Budhe” Bagus bergegas Tangannya masih basah, buka...