Jam menunjukkan pukul 20:53, tapi suasana masih saja meriah, Jakarta. Apalagi malam minggu, malam yang panjang yang asyik buat nongkrong, katanya. Tanggal muda, masih belum masuk dua digit angka di kalender, “amunisi” masih cukup untuk ngopi dan nge- mall . Namun, tak semua orang bisa menikmati momen yang sama, momen terima gaji dan bersenang-senang bersama keluarga, meskipun sekali atau dua kali, makan di luar. Jakarta mulai masuk musim penghujan, tak terkecuali Sabtu pagi. Mungkin diantara warga juga ogah untuk keluar rumah, macet. Saat itulah menjadi berkah bagi pekerja informal, seperti tukang sekoteng keliling, cuanki, nasi goreng, ketoprak, mie ayam, siomay dan masih banyak lagi pedagang “offline” yang menjajakan dagangannya ke gang-gang sempit. Bagaimana dengan green jacket atau jaket hijau? Sama! Mereka juga mengais rejeki di tengah cuaca yang sedang sejuk-sejuknya. Setelah sempat indeks udara di Jakarta, merah merona di hari Jum'at, bahkan ada wilayah statusnya hi...
Menulis bukan sekedar hobi, tapi berbagi! Saya datang, saya lihat (baca), saya tulis dan saya ingat! Tulisan itu abadi.