Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Mimpi lewat PT Favorit

Setiap menjelang tahun ajaran baru, orang tua yang anaknya akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sering dipusingkan oleh berbagai pilihan perguruan tinggi (PT). Tentu, orang tua mengharapkan anaknya bisa menempuh pendidikan di PT favorit berkualitas, baik secara akademik maupun “nilai jualnya” setelah menyelesaikan studi. Dengan kata lain, bisa menghasilkan para sarjana yang mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat umumnya, termasuk menciptakan lapangan kerja baru. Berbagai usaha dilakukan sekolah agar anak didiknya bisa lulus dalam ujian akhir nasional (unas). Apalagi, dalam lima tahun belakangan pemerintah telah menerapkan standar kelulusan minimal (SKM) bagi siswa dan siswi yang mengikuti ujian akhir. Program intensif belajar (PIB) atau bimbingan belajar  (bimbel)mulai diterapkan diseluruh pelosok tanah air. Tujuannya menekan angka ketidaklulusan yang hampir setiap tahun meningkat, mengingat SKM yang ditetapkan dari tahun ke tahun selalu naik. Un...

Kantong Plastik (tak) Berbayar

Oleh : Randy Prima Alumni Prodi Akuntasi, Alumni FE Universitas Muhammadiyah Malang                 Kurang lebih delapan bulan lamanya pemerintah menetapkan kebijakan Kantong Plastik Berbayar (KPB), itu berarti selama itu pula “umur” dari kebijakan tersebut. Kebijakan pemerintah untuk menekan penggunaan kantong berbahan plastik memang cukup beralasan, mengingat dari tahun ke tahun penggunaan kantong plastik cenderung terus meningkat dan merupakan penyumbang sampah yang paling dominan, seiring bertambahnya populasi penduduk di negeri ini. Awalnya kebijakan ini belum menemui hambatan yang berarti, mengingat hampir semua kalangan mendukung niat baik pemerintah untuk mengurangi sampah, terutama sampah plastik yang notabene kurang ramah lingkungan. Namun seiring berjalannya waktu, permasalahan mulai muncul. Diantaranya kriminalisasi atas kebijakan ini yang disebabkan oleh “mahal” nya harga kantong plastik yang ha...

Akulturasi Budaya Era Globalisasi

Perguruan tinggi merupakan jenjang pendidikan tertinggi yang tidak semua orang bisa mengenyamnya. Mahalnya biaya pendidikan merupakan salah satu penyebabnya. Namun, tidak jarang orang yang memiliki kesempatan untuk merasakan atmosfer kampus , kurang memanfaatkannya secara maksimal. Terlepas dari semua itu, memang ada faktor lain yang tersembunyi, yakni culture dan custom . Custom atau kebiasaan dapat membentuk budaya atau culture dalam suatu komunitas. Sehingga, tingkah laku yang positivistic akan berimbas pada budayanya yang juga bersifat positif. Tidak dapat dipungkiri, perguruan tinggi merupakan sarana dan prasarana bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan diri dan pengembangan diri. Tentunya bentuk aktualisasi diharapkan bisa memberikan sumbangsih kepada civitas akademika serta masyarakat pada umumnya. Namun, jika melihat fenomena yang terjadi saat ini, gejala hedonism mulai menyusup dalam diri pemuda sebagai tunas harapan dan generasi penerus bangsa. Nilai-nilai luhur mulai ...

Perlukah “Superioritas” Orang Tua Terhadap Anak?

Anak merupakan symbol kebahagiaan keluarga. Kehadiran anak sangat dinantikan oleh pasangan yang telah mengikat janji setia dalam pernikahan. Tak pelak perlakuan pada sang anak terkadang over, sehingga apapun dilakukan demi kebahagiaan sang buah hati. Akan tetapi, tak jarang perlakuan terhadap anak berakhir dengan kekerasan, baik kekerasan secara fisik maupun psikologis. Salah satu kekerasan fisik yang kerap kali terjadi dalam masyarakat, misalnya anak dipukul jika tidak menuruti kemauan orang tua. Pendidikan ala “militer” yang tidak tepat dan tidak pada tempatnya sudah menjadi hal yang lumrah. Bagaimana dengan kondisi psikis seorang anak yang mendapatkan perlakuan seperti itu? Menurut Sigmund Freud ada tiga prinsip fundamental yang mempunyai peran untuk mengatur dan menguasai dalam proses psikis, yakni prinsip konstansi ( the principal of constancy) , prinsip kesenangan (the pleasure principal), dan prinsip realitas ( the reality principal) . Menurut prinsip konstansi, hidup psiki...

Cerita Liburan Kita, Pantai Gatra

Mentari mulai pulang ke peraduan, angin pun begitu kencang bertiup membawa butir air yang terjerembab ke tanah. Berkah turun dari langit. Janur yang terbentang meliuk karena kencangnya hembusan angin laut. Belum lagi camar terbang kesana kemari seolah ingin bersuka ria. Cuaca sendu hari ini. Daun pisang melambai seolah mengajak kami untuk menikmati keindahan alam. Tak kalah meriahnya, kami ditemani ratusan bahkan ribuan pohon mangrove yang terhampar luas dibibir pantai. Benteng alam yang tiada duanya, menahan gempuran ombak yang setiap kali menyapu karang. Lautan pasir yang putih dan lembut tersaji sejauh mata memandang. Clungup Mangrove Conservation . Ya, wisata pantai yang ditopang oleh keindahan alamnya berupa hutan mangrove ini mulai dikenal oleh masyarakat luas. Terletak di Selatan Kabupaten Malang, CMC menawarkan wisata pantai dengan rute 3 pantai. Meliputi Clungup Mangrove Conservation, Pantai Gatra dan Pantai Tiga Warna. Bagi penggemar wisata alam, terutama pantai, mungkin ...