Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Ular Raksasa dan Rumah Kurcaci

Pagi yang biasa saja, lalu lalang kendaraan seolah mirip air, mengalir. Kadang deras, namun tiba-tiba berhenti, bukan karena sepi, tapi terhenti karena lampu menyala merah. Jawa Timur, khususnya Surabaya, masih "lebih" patuh pada rambu lalu lintas, dibandingkan Jakarta, meskipun peluang untuk sama, masih ada.  Kalau sudah seperti itu, mobil dan motor berjajar rapi, padat. Mungkin kalau diambil gambar dari atas, kerumunan kendaraan itu mirip ular raksasa. Prinsipnya sama dengan air, akan teratur dengan sendirinya, sesuai wadahnya.  Lalu lintas akan terasa seru ketika pagi dan sore, di Bundaran Waru yang tak pernah ingkar janji. Titik temu perlintasan antar kota, gerbang masuk dan keluar Kota Pahlawan. Area tersibuk dan terpadat, karena perlambatan akibat crossing yang terjadi.  Bedanya, Surabaya tak punya bundaran semegah Jakarta, layaknya Bundaran HI. Namun, tak perlu meniru untuk sesuatu yang iconic. Biarkan saja Bundaran Waru menjadi dirinya sendiri, terlihat hijau nan...

Sales, dunia seru yang jarang orang tahu!

"Pantesan si Togog gampang banget promosinya, baru tiga tahun kerja sudah lompat beberapa tangga" "Kalau sales mah jalur cepat untuk promosi jabatan, beda dengan kita-kita. Sampe beruban pun masih di posisi yang sama" "Sales mah anak emasnya direksi, ga kaget kalau jalan-jalannya pun sampe ke luar negeri" "Mau minta apa pun, sales juaranya, karena selalu nomor satu diturutin sama manajemen" Bla.. Bla.. Bla... Masih banyak lagi curhatan karyawan kantor yang bekerja di balik meja, ghibah tentang temannya di posisi sales, apapun  levelnya. Karena aku pun pernah berada di posisi yang sama (bahkan sampe hari ini hehehe ).  Namun setelah mencoba terjun sendiri ke lapangan, menawarkan produk dari toko ke toko, dari project ke project , semuanya tak mudah. Terlebih saat ini produk yang aku tawarkan tergolong newbie. Brand belum ada, pembeli juga masih terbatas, kwalitas juga pasti masih menjadi tanda tanya bagi calon konsumen.  Namun dari pengalaman di...

Pikulan dan Pengemudi Ojol

Pikulan Riuh pagi selalu sama, tapi jangan salah, lakon setiap peristiwa bisa beda! Tak terkecuali pagi ini. Meskipun rutinitas berangkat kerja yang begitu-begitu saja, dan bisa jadi bertemu orang, bahkan armada yang sama, selalu terselip cerita unik dibaliknya.  Arloji menunjukkan pukul tujuh kurang lima menit, terminal seakan menolak sepi. Baru juga turun dari bus AKDP, pasukan opang sudah menyerbu. Pemandangan lumrah di pagi yang tak cerah.  Diantara lalu lalang pengunjung terminal, Bapak tua itu melangkah penuh harapan. Tubuh rentanya masih kuat menggendong tomblok di pundak.  Dua keranjang berisi penuh dengan buah. Pisang, mangga hingga sukun ada di sana. Bisa dibayangkan berapa beban yang harus di panggul?  Secepat-cepat langkah kaki ini, ternyata bertemu jua di bus kota. Beliau ternyata satu arah denganku. Suasana dalam bus masih landai, tak ramai seperti biasa. Gerakan tangannya seperti sudah terbiasa. Pikulan kayu sepanjang satu meter setengah itu dilepasnya...