Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Penggalan Cerita Kehidupan Kota

Seorang ibu dan putra kecilnya, menerobos pagi yang masih gelap. PJU masih menyala, kuning. Selintas baju yang dikenakan sama merahnya.  Berjalan begitu cepat, hingga kaki mungilnya tak mampu mengejar. Berhenti si Ibu sambil mengulurkan tangan. “Ayo Nak, buruan” mungkin kata-kata itu yang terlontar.  Tak ada jaket, mereka berdua menembus dinginnya Malang pagi itu. Di lengan kirinya, si Ibu menenteng beberapa tas plastik, dan tempat duduk.  Kursi plastik dengan empat kaki yang jenjang, juga berwarna merah. Merah, artinya berani. Termasuk menerjang gelap dan dingin Subuh hari.  Seolah tak mau membebani lelaki kecilnya, semua barang bawaan melekat di tubuh sang Ibu. Bergegas, bukan menyeret, demi rezeki menjelang pagi. Jalan menurun dan menanjak, tak mudah. Namun, itulah perjuangan, yang terpenting hijrah  saja dulu, untuk hasil pasrahkan saja pada-Nya.  Pintu gerbang pabrik terbuka, menunggu pekerja datang. Saat itu waktu yang pas menggelar barang dagang....

Wira-wiri dan Patas Abal-abal

Ada dua hal baru yang sedang ku coba hari ini, praktek di lapangan sebagai penumpang.  Pertama, nyoba naik Patas abal-abal. Seperti Senin biasanya, sebagai pekerja antar kota yang laju setiap hari, membaca momen itu penting. Suatu hari pernah ngobrol dengan bapak-bapak yang kit pack-nya sama, bawa ransel, berjaket dengan penutup kepala, serta masker menempel di mulut.  Percakapan itu muncul setelah kami sama-sama pindah bus karena ternyata kru busnya belum lengkap. Imbasnya harus nunggu lama, sedangkan denting waktu terus berjalan. Saya kira bus ini tadi Patas, Pak, karena tidak di jalur atau koridor yang benar, sambil menunjuk arah ke jalur Wilangun.  Kalau Senin mah bebas, Mas. Siapa yang siap, itu yang berangkat duluan. Karena kendala kalau Senin Subuh seperti ini, antara kru atau armadanya yang tidak siap. Aku hanya mengangguk, sembari menggali informasi. Saya juga sempat ditawari naik bus Patas di depan, tapi khawatir di getok. Meskipun kondekturnya sempat bilang sam...