Langsung ke konten utama

Restu tak lekang oleh waktu

Siapa yang tak kenal dengan bus Restu Panda? Mayoritas pengguna transportasi umum, terutama wilayah Jawa Timur, pasti mengenal PO bus yang telah menjadi legenda ini. Dulu sebelum memperbarui livery armadanya, pada bodi bus hanya tertulis “Restu”.

Tulisannya khas mirip huruf tegak bersambung, yang tidak berubah adalah warna hijau yang masih dominan. Bahkan di awal rilis livery baru, ada guyonan Panda ini merupakan akronim dari “Papa dan Bunda”.


Kini bus yang berasal dari Kota Dingin Malang ini harus bersaing dengan puluhan PO baru dengan rute hampir sama. Sayangnya modernisasi dan pembaharuan armadanya cukup lambat. Meskipun ada bus baru yang diluncurkan, mayoritas digunakan untuk layanan AKAP (Antar Kota Antar Provinsi)


Terlebih armada AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi), standar keamanan dan kenyamanannya jauh dari harapan, bahkan aku pribadi pernah merasakan, beberapa kali ketika menggunakan jasanya, mogok. Entah itu masalah per yang patah, ban atau mesin yang mulai soak. Siapa yang dirugikan? 


Rusak atau perpal-nya armada tentu tak hanya merugikan penumpang, tapi juga kru bus yang bertugas. Waktu perbaikan tentu tak singkat. Belum lagi masalah “kepercayaan” pelanggan yang bisa saja perlahan luntur karena kapok  naik bus Restu Panda. 


Pengalaman pribadi yang sulit terlupakan adalah kejadian ban depan bus pecah. Waktu itu menjelang exit tol Pandaan. Bus sedang melaju cepat mendahului kendaraan lainnya di sisi kanan, Tiba-tiba, “duarrrr!” Bunyi ledakan cukup kencang. 

Penumpang yang tadinya terlelap tidur, panik berteriak dan berdoa. Karena bus sempat oleng ke kanan. Beruntung pengemudinya sudah senior dan berpengalaman. Tampaknya terbiasa menghadapi kejadian serupa, tak ada rem mendadak atau banting setir.


Degup jantung cukup kencang, mendapati bus mulai menepi dengan kondisi ban pecah. Bersyukur kondisi lalu lintas saat itu lengang, tak terlalu ramai. Meskipun kondisi bus doyong, perlahan mulai menepi. Alhamdulillah kami selamat! 


Armada AKDP hampir sama kondisinya, terutama untuk armada bus ekonomi. Meskipun sudah dilengkapi kamera pengawas (CCTV), kondisi kursi dan lampu memprihatinkan. 


Lampu dalam kabin menggunakan mode hemat dan super remang. Bahkan kursi penumpang kadang ada yang rebahan 180 derajat (posisi tidur) karena patah. 


Kalau lagi “beruntung”, Anda akan menemui aroma yang khas dari bus tua, apalagi kalau bukan bau solar. Jangan berharap wewangian, yang ada ya bau kampas gosong. 


Pernah waktu itu, tiba-tiba sistem pendinginan bus (AC) mati di tengah jalan. Gerah. Solusinya sederhana, buka saja rooftop bagian depan dan belakang. Jangan lupa diganjal kayu karena lengan penyangganya rusak! 


Uniknya lagi, bus ini nampak seperti rumah tinggal bagi crew-nya. Terlihat ada bantal, selimut dan perlengkapan mandi kadang lupa disimpan di bagasi. Bantal dan selimut ditaruh di kabin bus, bersamaan dengan barang bawaan penumpang!


Baca juga: Restu Panda, Bus Antar Kota Dalam Provinsi yang Masih Eksis Hingga Kini


Ada yang berharap, meskipun diremehkan


Meskipun bagi sebagian orang bus Restu Panda ini reyot, kurang layak, namun ada pengguna jasa yang masih bergantung pada keberadaan bus ini. 


Secara aturan, bus yang masuk ke terminal, termasuk sekelas Purabaya, seharusnya laik jalan. Meskipun secara bodi atau casing terlihat  seperti kurang perawatan, tampak kusam dan bopeng di beberapa titik. 


Sejak diresmikannya tol penghubung Surabaya-Malang, kebanyakan operator bus enggan untuk melewati rute non tol. Mayoritas mereka memilih jalur cepat tol, simple, minim resiko dan tentu cuan lebih gede!


Sederhananya seluruh penumpang akan turun di satu titik tujuan yang sama, Kota Malang. Secara pengawasan juga lebih mudah, karena tak banyak penumpang naik turun di banyak titik. 


Berbeda dengan jalur bawah atau non tol. Kontrol penumpang harus jeli dan teliti, kalau tidak, resiko penumpang tak bertiket. Itu artinya, denda “keteledoran” berlaku. Runyam! 


Inilah yang membuat Restu Panda masih dibutuhkan. “Ya tidak ada pilihan, Mas. Restu masih jadi andalan saya untuk berangkat kerja” ucap salah satu penumpang yang sempat kuajak ngobrol. Beliau bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kecamatan Sukorejo. 


“Sekarang susah nyari bus lewat jalur non toll, harapan satu-satunya ya naik bus ini” ujar seorang karyawan yang baru pulang kerja. Ya, memang di jam 06:00 sore, kebanyakan PO lainnya lebih memilih rute panjang tujuan Malang. 


Aku termasuk salah satu dari ratusan penumpang yang harap-harap cemas ketika mendengar Restu Panda ini tak beroperasi di jam pulang kerja. Itu artinya ada ongkos lebih yang harus dikeluarkan, dibandingkan biasanya. Biaya bisa meledak 3 kali lipat. Jatah uang saku untuk transport pun mau tak mau harus tambah!


Sebagai penumpang setia, doa terbaik untuk PO legendaris Restu Panda. Semoga ke depannya ada pembaruan unit, terutama unit ekonomi AKDP. Sehingga penumpang merasa aman dan nyaman selama perjalanan. Bukankah penumpang berhak mendapatkan layanan dan pengalaman terbaik? Adakah yang pernah merasakan naik bus legend ini?


Atau jangan-jangan Anda pengguna Las Vegas, Elisabeth, Tombo Ati, Bombastis, Cumi-cumi, Bledeg Mbolang dan Arjuna Ireng?


Restu Panda on the road


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semesta Berdaya: Monolog Kersen di Tengah Krisis Ekologis

Masa keemasan dan Nostalgia Bukannya ingin menyombongkan diri, aku adalah tumbuhan favorit di era tahun 90-an, bahkan hingga awal milenium. Keberadaanku sangat dicari, terutama anak-anak. Mereka harus bersaing dengan kompetitor: burung, unggas dan berbagai satwa lainnya.  Aku termasuk pohon yang sangat mudah beradaptasi, terbukti aku bisa tumbuh di lanskap apapun—kadang di atas atap sekali pun, aku mampu bertahan hidup. Dari sisa feses hewan pun, aku bisa tumbuh dan berkembang biak. Di mana pun, aku cukup mudah dijumpai.  Namun, seperti makhluk hidup lainnya, jika aku boleh memilih, aku akan menunjuk tempat yang teduh, dengan suplai air yang melimpah. Konon, buahku sangat dinanti. Dari selentingan kabar yang beredar, ada khasiat istimewa: mencegah penyakit beri-beri. Konflik Manusia dan Burung Meskipun mulanya aku bagian dari rantai makanan burung-burung kecil, namun akibat ledakan jumlah manusia, kini habitat burung harus bertarung dengan mereka. Membludaknya populasi manusi...

Pura-pura Banyak Gaya

Rocky Gerung dan Menkeu Baru Kalimat menggelitik dan penuh satire ini membuat bibir ini mengembang, meskipun sedikit mengering. Bahkan kulit ari-nya terasa terkoyak karena tawa ini tanpa suara, perih. Seharian duduk di depan komputer dengan "rutinitas" yang cukup menguras isi kepala. Video ini sontak membuat kacau otak, harus mereset fokus yang sedang saya lakukan dengan keras.  Siapa lagi kalau bukan ulah Rocky Gerung , si " Raja Debat ", sekaligus akademisi yang tak pernah "terbawa emosi". Namanya melejit karena begitu vokal mengkritisi kebijakan ataupun statement penyelenggara negara! Bahkan kontroversi "mengkritik" sekelas presiden pun, pernah beliau lakukan. Keren sih!  Sikap kritis yang mulai terkikis seiring "perubahan politik" dinamis. Berani beda, ketika koalisi parpol di pemerintahan semakin "gemuk". " Koalisi keroyokan " ini bukan tak beresiko, karena mayoritas parpol akan "diam" ketika jatah d...

Bali The Last Paradise

Boarding di Soekarno Hatta Menjelang Pagi Hari pertama, langsung gas. Tak kendor sedikitpun meski mata terasa berat. Kantuk melanda sebagian peserta. Efek berangkat dini hari, bahkan rombongan flight pertama (jam 05:00) sudah stand by di bandara Soetta sejak pukul 03:00 dini hari! Hebat bukan? Ya, peserta harus berada di titik kumpul sesuai arahan dari travel agent dua jam sebelum pesawat lepas landas. Hal ini untuk mempermudah baik panitia, agen perjalanan dan peserta koordinasi, dan pastinya tak ketinggalan pesawat!  Berangkat di pagi buta memang tak mudah bagi sebagian peserta (termasuk saya pribadi hehehe ). Dibutuhkan kemauan, semangat dan tekad yang luar biasa untuk bangkit dari tempat tidur, bersih badan alias mandi dan gosok gigi, jangan lupa pakai baju dan semprot parfum yang wangi! 😂 Beruntung itinerary sudah di share komite dari jauh hari. Jadi tak perlu bingung dan bimbang, bawaan yang “wajib” dibawa pada saat workshop berlangsung pun sudah lengkap diinformasikan,...