Ngobrol dengan salah satu penumpang yang kebetulan duduk di sebelah saya. Kursi ini tak sedikit pun ada yang meliriknya. Sudah kucoba menggeser posisi badan, tetap saja tak ada yang mau ngisi , ya sudah ku taruh saja wadah bekal di kursi sebelah, lumayan daripada nenteng , dan kursinya juga kosong. Memang tempat duduknya tak sempurna lagi. Biasalah, unit sudah usang, tinggal menikmati keuntungannya saja, secara umur ekonomis mah sudah offside jauh. Begitulah kira-kira ilmu yang pernah ku pelajari semasa di bangku kuliah. Kursinya tak bisa disandari punggung untuk sekedar merebahkan badan, jika dipaksa ya akan bablas ke belakang dan itu akan mengganggu kenyamanan penumpang lainnya. Mungkin itulah yang menyebabkan penumpang enggan duduk di kursi satu ini. Memang banyak “langganan” menumpang bus AKDP. Sedikit sisanya ya orang yang memang sedang melakukan perjalanan antar kota (bukan karyawan urban hehehe ) Sampai pada saatnya hampir seluruh kursi seisi bus penuh. Ya mau tak ...
Menulis bukan sekedar hobi, tapi berbagi! Saya datang, saya lihat (baca), saya tulis dan saya ingat! Tulisan itu abadi.