Langsung ke konten utama

Sabtu dan Minggu, Saat yang Tepat Luangkan Waktu untuk Keluarga

Bagi kebanyakan karyawan (khususnya lima hari kerja), berjumpa dengan hari Jum'at adalah waktu yang sangat ditunggu dan dinantikan, bukan tak beralasan karena Sabtu dan Minggu adalah waktunya kumpul bersama keluarga! Sekedar masak bareng, jalan pagi bersama atau sekadar ngopi diteras rumah juga tak apa. Rutinitas pekerjaan yang complicated dan menjenuhkan membuat tubuh ini meminta jatahnya untuk sekedar rileks dan bersantai. Di Ibukota, banyak wisata gratis bertebaran, salah satunya taman!!!
Bagi sebagian orang, mungkin taman sekedar tempat tumbuhnya berbagai pohon dan bunga, atau tak lebih seonggokan tanah kosong yang ditumbuhi rumput lengkap dengan tanaman. Namun, di Ibukota yang penuh sesak ini, bertebarannya taman kota  patut diapresiasi. Selain untuk menekan laju polusi, namun juga bisa dijadikan tempat "rekreasi" dan berkreasi. 
Salah satu taman yang sering saya kunjungi dan menjadi favorit anak-anak adalah Taman Bendi. 
Tak sekadar pohon dan bunga yang bisa dijumpai di taman ini, namun ada permainan ketangkasan untuk anak dan dewasa, lapangan bola, hingga jogging track juga ada disini.  
Beberapa titik taman tampak dimaksimalkan oleh komunitas pencinta alam hingga karate. Konsep berteman dengan alam cukup tepat untuk mengajarkan buah hati berinteraksi langsung dengan ekosistem yang ada. Hal sederhana dan menyenangkan bisa dilakukan di taman. Sebut saja belajar mengenal warna. Warna alami cukup mudah dijumpai disini. Dari warna hijau, cokelat, kuning dsb. Belum lagi belajar tentang bagian pohon atau tumbuhan diseputar taman. Sayangnya pepohonan di taman ini belum dilengkapi nama-nama tumbuhannya. 
Jika buah hati anda mulai bosan dengan belajar, anda bisa mengajak si kecil untuk bermain uji ketangkasan. Mulai dari memanjat hingga ayunan ada di Taman Bendi. Bagi Anda orang tua, bisa juggling bola di lapangan yang cukup luas atau jogging di track yang telah disediakan. Mengajarkan anak untuk mengenal berbagai jenis alat transportasi juga bisa. Kebetulan Taman Bendi ini terbelah oleh jalur kereta api, lho! Melihat kendaraan yang mirip ular ini menjadi transportasi yang cukup menarik si buah hati. Selain bentuknya yang memanjang, suara rel serta bel nya cukup memekak telinga. Itulah sebabnya anak-anak begitu riang gembira ketika melihat kereta sedang melintas.
Taman Bendi ini bisa dibilang cukup terawat. Ada petugas stand by yang setiap saat sigap memungut sampah pepohonan. Sayangnya, fasum ini tak luput dari orang-orang yang kurang peduli dengan lingkungan. Sampah berserakan cukup banyak disana sini, padahal tempat sampah juga telah disediakan oleh pengelola taman (bentuknya karung sih memang). Seharusnya setiap pengunjung punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga kebersihan taman. Tidak hanya meringankan petugas yang ada, namun demi kenyamanan bersama. 
Selamat berakhir pekan bersama keluarga. Setidaknya hari Sabtu dan Minggu manfaatkan untuk Quality Time atau Keluar untuk Olahraga
#TamanBendi #Jaksel #JakartaSelatan #PesonaJakarta #Jakarta 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bekal yang Tertinggal, Hati yang Pulang

Pagi tanpa kompromi Pagi masih belum disapa mentari sempurna, masih gelap, redup, sepi. Namun, jalan sudah basah, padahal semalam tak turun hujan. Persis di tikungan jalan keluar kampung. Ternyata penjual nasi-lah yang menyiram. Memang tepat di belakangnya mengalir sungai yang cukup jernih dengan debit air yang melimpah.  Meskipun sudah memasuki kemarau, tapi hujan tak pernah sungkan untuk datang. Orang bilang saat ini sedang “kemarau basah”. Kadang untuk memilih nama saja, kita kesulitan. Jangankan hati, bahasa saja orang tak sanggup menerjemahkan!  Pagi ini terburu-buru untuk berangkat, tapi setidaknya aku masih bisa menikmati sunyinya Subuh. Emakku sedang asyik mengajakku ngobrol, sampai lupa bahwa elf yang akan membawaku ke kota pahlawan, lima menit lagi akan berangkat.  Arloji yang melingkar di tangan kiriku seolah tak kenal kompromi dengan waktu. Tak pernah molor, tak juga dipercepat, pas! Arloji tak pernah ingkar janji, kecuali baterainya minta ganti atau waktunya ...

Masjid Merah Pandaan: Wisata Unik di Jawa Timur yang Layak Dikunjungi!

Playground Eat and Play Layar handphone tiba-tiba berdering, dari nadanya memang bukan panggilan telepon, tapi pesan singkat yang masuk. "Sudah otw kah?", pertanyaan singkat yang mengingatkanku pada janji. "Sudah di parkiran" jawabku singkat lengkap dengan emoticon senyum lebar. Pesan super "penting"itu datang dari emak-nya anak-anak alias nyobes (singk: nyonya besar) . Libur sekolah sudah lewat hampir dua minggu, namun sore ini baru berencana jalan. Hampir empat bulan bocil tak main ke playground , layaknya rutinitas yang kami jalani selama merantau ke Jakarta. Setiap bulan, minimal sekali, "ritual" sambang tempat bermain di Blok M Square, Eat and Play. Selain taman kota yang jadi andalan kami sekeluarga. Jika dihitung, lebih "hemat" daripada harus pergi ke wisata ke Bogor atau Bandung. Dari namanya saja jelas, eat and play. Selepas main dengan puas, yang jelas perut dan mulut akan timbul rasa lapar dan dahaga hahaha Hal lumrah ketik...

Pengamen, Pengantar Paket, dan Pekerja Urban

Suasana pagi itu tak terlalu cerah. Mendung tipis menghalangi mentari pagi, sendu begitu orang kebanyakan menyebutnya. Meskipun udara pagi terasa begitu dingin, namun sebagai “pekerja keras”, dilarang kendor untuk menjemput rejeki. Nyaris tak ada yang istimewa dengan hari sebelumnya. Diantara sekian banyak penumpang di pagi hari, 20-40 persennya adalah orang yang sama, repetitif. Namun inilah yang membuat istimewa. Guratan cerita akan selalu ada tersimpan rapi di ingatan. Termasuk pagi ini di atas bus kota.  Ada kebiasaan sederhana yang bisa diamati selama perjalanan singkat di dalam bus kota. Hadirnya TWS atau headset nirkabel, membuat muda-mudi sekarang lebih memilih “menyumpal” telinga, daripada ngobrol dengan sebelahnya. Tak sedikit juga yang scrolling layar smartphone mereka, sekedar menikmati algoritma sekian, entah itu medsos atau portal berita. Namun dari sekian kebiasaan, ada satu kebiasaan yang menjadi perhatian, berdzikir.  Ibu-ibu berjilbab itu naik dari halte yan...