Langsung ke konten utama

Jurus Akar Rumput: Sebuah Warisan Ilmu Penjualan yang Mulai Terlupakan

Dunia "persilatan" yang paling seru ya per-sales-an. Terutama memasarkan produk yang benar-benar fresh, alias dengan nama atau brand baru. Ibarat hubungan, entah itu pertemanan, persaudaraan atau percintaan, tak kenal maka tak sayang, lekat dengan adagium itu. 

Bahasa sederhananya, "tak kenal, tak dibeli", "tak kenal, maka tak masuk keranjang", atau "tak kenal, maka harus dikenalkan". Sesederhana itu. Apalagi harus bertarung dengan brand yang sudah ada dan terkenal. 

Saat ini dengan membawa brosur dan kartu nama saja tak cukup, end user atau retail akan tertarik apabila ada pembuktian. Kasih contoh dan coba lakukan demo pemakaian produk. 

Apa yang harus dilakukan apabila kamu seorang marketing atau tenaga penjualan dengan anggaran terbatas?

Menghitung budget tentu jadi faktor pertimbangan bagi kebanyakan perusahaan "pemula". Menariknya, tak semua ide "mahal" bisa diimplementasikan. 

Perkenalan masif melalui iklan, entah itu di televisi, media sosial, influencer, atau media online lainnya memang saat ini jadi pilihan mayoritas brand besar. 

Keterjangkauan informasi menjadi instan dan cepat. Namun siapa yang menjamin brand tersebut akan terus berada "diatas"? Pasar terbentuk secara organik di ruang sosial. 

Fundamental bisnis akan diperkuat terlebih dahulu, sebelum memutuskan untuk ekspansi. Pasar "akar rumput" adalah ruang yang tepat untuk mengembangkan dan mengenalkan produk baru.

Saya jadi ingat jurus sakti pendekatan akar rumput seperti tabung gas, panci teflon, kompor, alat pengepel lantai, mereka menyasar ibu-ibu PKK atau kelompok dawis (akronim: Dasawisma) . Bahkan diantara merk tersebut masih eksis hingga kini. 

Meskipun bagian terpenting dari kelompok arisan ini adalah hasil akhir masakannya, namun praktek itu justru langsung "menancap" ke jantung hati alias tujuan. Tujuan akhirnya apalagi kalau bukan closing-an? 

Nggak perlu harus bayar tunai, bisa angsur sesuka hati. Ya, memang ada biaya maintenance untuk itu, bahan bakar dan waktu. Tenaga penjual mempunyai beban untuk nagih ke emak-emak di kampung.

Bisnis jalan, silaturahmi pun juga jalan. Sales tak melulu mengejar angka, tapi relasi dan hubungan yang baik akan menunjang semua itu.

Kalau tak dapat uang cicilan, setidaknya bisa mendengar para kreditur sehat dan waras saja, sudah lebih dari cukup. Curhat manusiawi seperti bayar sekolah, beli beras dan bayar listrik, jadi alasan template bu-ibu. 

Sebagus dan seistimewa apapun produk yang ditawarkan, akan sia-sia kalau tak ada adab dalam proses pendekatannya. Bagi tenaga penjual, wajib hukumnya untuk ramah dan melempar senyum. 

Meskipun tak harus senyum dibalas senyum. Kadang muka masam, dan intonasi nada sambung langsung ngegas, harus dihadapi dengan kepala tegak dan hati yang cool. 

"Tugas seorang sales itu mempengaruhi, bukan dipengaruhi, jadi mau seburuk apapun suasananya, dilarang keras larut didalamnya."

#sales #marketing #pkk #dawis #doortodoor #arisan #UMKM #brandbaru #newbie #happyselling

Door to door sales masih efektif untuk perkenalan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bekal yang Tertinggal, Hati yang Pulang

Pagi tanpa kompromi Pagi masih belum disapa mentari sempurna, masih gelap, redup, sepi. Namun, jalan sudah basah, padahal semalam tak turun hujan. Persis di tikungan jalan keluar kampung. Ternyata penjual nasi-lah yang menyiram. Memang tepat di belakangnya mengalir sungai yang cukup jernih dengan debit air yang melimpah.  Meskipun sudah memasuki kemarau, tapi hujan tak pernah sungkan untuk datang. Orang bilang saat ini sedang “kemarau basah”. Kadang untuk memilih nama saja, kita kesulitan. Jangankan hati, bahasa saja orang tak sanggup menerjemahkan!  Pagi ini terburu-buru untuk berangkat, tapi setidaknya aku masih bisa menikmati sunyinya Subuh. Emakku sedang asyik mengajakku ngobrol, sampai lupa bahwa elf yang akan membawaku ke kota pahlawan, lima menit lagi akan berangkat.  Arloji yang melingkar di tangan kiriku seolah tak kenal kompromi dengan waktu. Tak pernah molor, tak juga dipercepat, pas! Arloji tak pernah ingkar janji, kecuali baterainya minta ganti atau waktunya ...

Pura-pura Banyak Gaya

Rocky Gerung dan Menkeu Baru Kalimat menggelitik dan penuh satire ini membuat bibir ini mengembang, meskipun sedikit mengering. Bahkan kulit ari-nya terasa terkoyak karena tawa ini tanpa suara, perih. Seharian duduk di depan komputer dengan "rutinitas" yang cukup menguras isi kepala. Video ini sontak membuat kacau otak, harus mereset fokus yang sedang saya lakukan dengan keras.  Siapa lagi kalau bukan ulah Rocky Gerung , si " Raja Debat ", sekaligus akademisi yang tak pernah "terbawa emosi". Namanya melejit karena begitu vokal mengkritisi kebijakan ataupun statement penyelenggara negara! Bahkan kontroversi "mengkritik" sekelas presiden pun, pernah beliau lakukan. Keren sih!  Sikap kritis yang mulai terkikis seiring "perubahan politik" dinamis. Berani beda, ketika koalisi parpol di pemerintahan semakin "gemuk". " Koalisi keroyokan " ini bukan tak beresiko, karena mayoritas parpol akan "diam" ketika jatah d...

Semesta Berdaya: Monolog Kersen di Tengah Krisis Ekologis

Masa keemasan dan Nostalgia Bukannya ingin menyombongkan diri, aku adalah tumbuhan favorit di era tahun 90-an, bahkan hingga awal milenium. Keberadaanku sangat dicari, terutama anak-anak. Mereka harus bersaing dengan kompetitor: burung, unggas dan berbagai satwa lainnya.  Aku termasuk pohon yang sangat mudah beradaptasi, terbukti aku bisa tumbuh di lanskap apapun—kadang di atas atap sekali pun, aku mampu bertahan hidup. Dari sisa feses hewan pun, aku bisa tumbuh dan berkembang biak. Di mana pun, aku cukup mudah dijumpai.  Namun, seperti makhluk hidup lainnya, jika aku boleh memilih, aku akan menunjuk tempat yang teduh, dengan suplai air yang melimpah. Konon, buahku sangat dinanti. Dari selentingan kabar yang beredar, ada khasiat istimewa: mencegah penyakit beri-beri. Konflik Manusia dan Burung Meskipun mulanya aku bagian dari rantai makanan burung-burung kecil, namun akibat ledakan jumlah manusia, kini habitat burung harus bertarung dengan mereka. Membludaknya populasi manusi...