Langsung ke konten utama

Kenali 5 tipe pelanggan: dari fighter hingga hard worker!

Tipe pelanggan (retail/toko) banyak macamnya, itulah sebabnya mengapa barang sejenis dengan berbeda merk, bisa merata terdistribusi. Dari minuman dalam kemasan sampai bumbu dapur pun, banyak yang identik, bahkan secara warna kemasan pun "sama". Kok ya laku semua? 

Sempat timbul tanya, kenapa mayoritas produk air dalam kemasan mesti ada warna birunya? Atau bumbu dapur, kebanyakan pembungkusnya dominan warna hijau? 

Ternyata dari tinjauan psikologi, manusia lebih cenderung mengingat warna dan bentuk secara umum. Misal, warna hijau. Orang akan menangkap sinyal bahwa, bumbu dapur itu berasal dari tumbuhan, alami. 

Percaya atau tidak, hal itu berpengaruh terhadap keputusan konsumen untuk membeli. Warna biru misalnya, identik dengan air, kenapa? Coba tengok air laut. Makanya sampai warna galon pun warna biru. 

Sama seperti customer akhir atau end user, yang memiliki alasan berbeda saat memilih produk. Pemilik toko pun memiliki karakter yang beragam dalam pengambilan keputusan. Lantas apa yang melatarbelakangi mereka mau memasarkan produk yang serupa? Berikut pandangan saya selama di pasar

1. Tipe fighter atau petarung

Inilah tipe konsumen yang terdepan untuk diajak kerjasama, terutama produk baru. Mereka cenderung lebih cepat mengambil keputusan dibandingkan tipe pelanggan lainnya. 

Mereka jarang menanyakan reward yang akan diberikan. Outlet sejenis ini lebih tertarik mengamankan margin daripada hadiah atau reward.

Cara pemasarannya pun unik, tak perlu demo produk,  tak perlu pasang x-banner, tapi langsung "tembak" ke toko atau tukang. Produk baru, boleh dicoba, kualitas tak perlu ragu. Podo wae (sama saja). Aksi dulu, mikir resiko belakangan. 

2. Tipe pemikir

Biasanya outlet seperti ini, senang diajak berkomunikasi. Mereka cenderung terbuka dengan penjual. Termasuk produk sejenis apa yang dijual, omset untuk produk itu berapa sebulan. 

Keluh kesah alias sambat, mereka tak segan menceritakan meskipun baru sekali bertemu. Biasanya mereka akan counter back menanyakan hal yang sepele, sudah terjual di toko mana? Harga berapa di pasar? Margin yang bisa saya dapat berapa kalau jualan ini? 

Pertanyaan-pertanyaan detail berikutnya, kalau produk nggak laku gimana? Boleh tukar atau retur saja? Misal pemesanannya dibawah ketentuan, apa boleh? Price list dan brosur siap ya? 

Berbicara sangat runtut, bahkan tak jarang tenaga penjual pun sampai bingung harus menjawab apa. Pertanyaan diluar dugaan alias out of the box sering terlontar.

Biasanya untuk closing order-nya, "saya pelajari dulu ya, kalau saya butuh, nanti saya hubungi kembali". Tipe pelanggan seperti ini cukup mudah dijumpai. Berpikir sebelum membeli. 

Sabar saja, namanya juga masih perkenalan!

Baca juga: Sales, dunia seru yang jarang orang tahu

3. Tipe pendiam

Dari beberapa model customer, tipe ini yang membuat saya paling penasaran. Pelanggan yang paling misterius. Bisa dibilang tipe pembeli introvert. 

Untuk masuk ke tokonya saja butuh effort. Harus menunggu panggilan. Mereka cenderung fokus pada kesibukannya, daripada harus banyak ngobrol dengan tenaga penjualan. Pertanyaan dasar biasanya, dari mana? Produknya apa?

Setelah itu, langsung freeze, diam. Tak terlalu banyak omong, lebih banyak mendengar. Kalau pun ditanya, jawabannya terlalu singkat untuk digali informasi. Ibaratnya kalau boleh disodorkan pertanyaan survey, cocok untuk jawaban yes or no question.

Kenapa laku? Karena tak semua pelanggan  nyaman dengan sales atau penjual yang dar der dor. Tipe pelit omong ini biasanya hanya di awal, sewajarnya orang baru kenal, tak seperti tipe pelanggan yang SKSD. 

4. Tipe Blak-blakan

Menarik jika mengamati tipe pelanggan seperti ini, karena pertanyaannya sangat singkat. "Bawa produk apa?" "Wah sudah ada, saya sudah punya stok barang yang serupa". Pernyataan simple yang membuat tenaga penjual semakin penasaran. 

Percakapan hanya sebatas itu, bahkan kadang dititipi kartu nama dan katalog produk pun mereka enggan menerimanya. Sadis nggak tuh? 

Sales akan tahu jawaban di awal, jadi tidak perlu menunggu lama dan berbasa-basi mengenalkan produk yang dijual. Penolakan adalah hal yang lumrah dalam penjualan. Satu prinsipnya, , mungkin saat ini belum butuh barangnya, di lain waktu bisa lah dicoba kunjungan lagi. 

5. Tipe Pekerja Keras

Tak jarang dijumpai di pasar, bahwa pemilik  ikut bekerja bersama karyawannya. Ya layaknya pekerja yang dibayar, ada yang jadi kasir, ada yang ngatur kiriman, bahkan ada yang juga ikut angkat-angkat barang. Jos tenan! 

Resiko penjual atau tenaga sales yang menjumpai model pelanggan seperti ini, tentu saja waktu. Mereka membutuhkan waktu lebih lama jika berhadapan dengan tipe konsumen pekerja keras. Selain menunggu kembali ke meja dinas, tentu saja antri dengan sales yang lainnya. 

Bahkan hal terekstrem, sudah menunggu lama, tapi gagal menemui pemiliknya. Memang menjadi tenaga lapangan seperti sales, harus pandai mengatur jadwal kunjungan. Mengetahui kebiasaan masing-masing pelanggannya. Tantangannya adalah ketika baru kunjungan pertama dan menawarkan produk baru, nah loh! Yuk semangat kawan. 

Foto: Salah satu sudut toko. Beragam merk dalam satu outlet. 

Komentar

  1. Di dunia Sales pastinya menemui berbagai macam karakter Owner Toko. Tinggal kita menyesuaikan cara pendekatan untuk tetap closing.

    BalasHapus
  2. Betul. Pendekatan personal dan profesional yang harus proporsional

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih telah mengunjungi www.besongol.xyz
Silahkan tinggalkan komentar

Thank you for visiting
www.besongol.xyz
Please leave the comment

Postingan populer dari blog ini

Semesta Berdaya: Monolog Kersen di Tengah Krisis Ekologis

Masa keemasan dan Nostalgia Bukannya ingin menyombongkan diri, aku adalah tumbuhan favorit di era tahun 90-an, bahkan hingga awal milenium. Keberadaanku sangat dicari, terutama anak-anak. Mereka harus bersaing dengan kompetitor: burung, unggas dan berbagai satwa lainnya.  Aku termasuk pohon yang sangat mudah beradaptasi, terbukti aku bisa tumbuh di lanskap apapun—kadang di atas atap sekali pun, aku mampu bertahan hidup. Dari sisa feses hewan pun, aku bisa tumbuh dan berkembang biak. Di mana pun, aku cukup mudah dijumpai.  Namun, seperti makhluk hidup lainnya, jika aku boleh memilih, aku akan menunjuk tempat yang teduh, dengan suplai air yang melimpah. Konon, buahku sangat dinanti. Dari selentingan kabar yang beredar, ada khasiat istimewa: mencegah penyakit beri-beri. Konflik Manusia dan Burung Meskipun mulanya aku bagian dari rantai makanan burung-burung kecil, namun akibat ledakan jumlah manusia, kini habitat burung harus bertarung dengan mereka. Membludaknya populasi manusi...

Pura-pura Banyak Gaya

Rocky Gerung dan Menkeu Baru Kalimat menggelitik dan penuh satire ini membuat bibir ini mengembang, meskipun sedikit mengering. Bahkan kulit ari-nya terasa terkoyak karena tawa ini tanpa suara, perih. Seharian duduk di depan komputer dengan "rutinitas" yang cukup menguras isi kepala. Video ini sontak membuat kacau otak, harus mereset fokus yang sedang saya lakukan dengan keras.  Siapa lagi kalau bukan ulah Rocky Gerung , si " Raja Debat ", sekaligus akademisi yang tak pernah "terbawa emosi". Namanya melejit karena begitu vokal mengkritisi kebijakan ataupun statement penyelenggara negara! Bahkan kontroversi "mengkritik" sekelas presiden pun, pernah beliau lakukan. Keren sih!  Sikap kritis yang mulai terkikis seiring "perubahan politik" dinamis. Berani beda, ketika koalisi parpol di pemerintahan semakin "gemuk". " Koalisi keroyokan " ini bukan tak beresiko, karena mayoritas parpol akan "diam" ketika jatah d...

Bali The Last Paradise

Boarding di Soekarno Hatta Menjelang Pagi Hari pertama, langsung gas. Tak kendor sedikitpun meski mata terasa berat. Kantuk melanda sebagian peserta. Efek berangkat dini hari, bahkan rombongan flight pertama (jam 05:00) sudah stand by di bandara Soetta sejak pukul 03:00 dini hari! Hebat bukan? Ya, peserta harus berada di titik kumpul sesuai arahan dari travel agent dua jam sebelum pesawat lepas landas. Hal ini untuk mempermudah baik panitia, agen perjalanan dan peserta koordinasi, dan pastinya tak ketinggalan pesawat!  Berangkat di pagi buta memang tak mudah bagi sebagian peserta (termasuk saya pribadi hehehe ). Dibutuhkan kemauan, semangat dan tekad yang luar biasa untuk bangkit dari tempat tidur, bersih badan alias mandi dan gosok gigi, jangan lupa pakai baju dan semprot parfum yang wangi! 😂 Beruntung itinerary sudah di share komite dari jauh hari. Jadi tak perlu bingung dan bimbang, bawaan yang “wajib” dibawa pada saat workshop berlangsung pun sudah lengkap diinformasikan,...