Langsung ke konten utama

Postingan

Menjajal Bus Gunung Harta, Malang - Jakarta

Lupakan dulu drama kenaikan BBM subsidi. Tepat sehari yang lalu pukul 14:30 WIB, Pertalite, Pertamax dan Dexlite resmi menggunakan harga baru. Pertalite yang notabene pengganti premium, dipatok naik Rp. 2.350/ liter, menjadi Rp.10.000,-, jika dikalkulasi kenaikannya sekitar 30,7%, ajib bukan?😬 Tiket GHTS saya pesan hari Sabtu, tanggal 03 September 2022, sekira jam sembilan pagi. Tanpa sadar dan sengaja. Selang lima jam, pemerintah resmi mengumumkan bahan bakar minyak disesuaikan (bukan naik 🤣). Dan PO Bus yang bakal saya tumpangi pun tak luput ikut melakukan penyesuaian tarif hingga Rp.60.000,- Beruntung tarif baru ini tak berlaku surut! ( Masih saja beruntung😅). Tiket bus saya pesan dari kontak yang tertera di laman Instagram PO Gunung Harta Transport Solutions (akr: GHTS). Prosesnya sangat cepat, mudah dan gak njelimet. Admin WhatsApp nya cukup cekatan dan responsif. Ditanya tujuan dan tanggal keberangkatan, untuk jam, kita yang menyesuaikan (karena armada Antar Kota Antar Provins...

Semilir Angin di Tanjakan Tiga Belas

Senja sore masih sedikit membias, ditengah padatnya lalu lintas. Temaram, sejurus sang surya perlahan mulai tenggelam.  Klakson berdentingan, mirip lagu yang tengah digubah orchestra, sedikit kacau karena tak ada sang empunya. Jakarta, setiap Jum'at selalu grusa-grusu , seperti ada yang dirindu. Lampu masih merah, namun tak sabar ingin serobot saja. Satu..dua..tiga..gas poll! Motor semburat  layaknya pembalap di lintasan, ngacir! Belum lagi yang nyelonong memotong jalur yang tak semestinya, emosi pun membuncah, sial! Drama yang tersaji hampir disetiap sore tiba, di Ibukota. Beruntung sore itu lalin cukup "lengang" kata temenku. Padahal padat merayap, hampir tak ada cela, tapi jalan terus. Masih kata dia, biasanya jalur yang kami lalui ini langganan macet, mampet, yang bikin muka sedikit pucat, berharap "parkir" berjamaah dijalanan segera terurai.  Coba tengok kanan kiri, lalu lintas memang tak ada beda, dari arah berlawanan justru cenderung macet, mungkin banyak...

Menikmati Hiburan Indonesia Tempoe Doeloe!

Spanduk Jakarta Hajatan atau Jakarta Celebrate menghiasi beberapa sudut Ibukota. Ya, Jakarta sedang memperingati hari jadinya yang ke 495! Artinya, hampir lima abad lamanya kota multi kultural ini berdiri.  Sesuai tema atau tagline- nya, gelaran pesta hari jadi Jakarta cukup semarak, salah satunya pesta rakyat yang semalam sempat saya kunjungi. Pasar Malam! Dua tahun lamanya Ibukota "hibernasi", tak ada acara offline yang digelar sejak pandemi Covid-19 melanda negeri. Praktis, hal ini sangat berpengaruh pada animo masyarakat untuk menikmati pertunjukan offline. Prokes mulai longgar, masker kini tak wajib lagi dikenakan di luar ruangan, hanya saja tetap memperhatikan kebersihan. Ini tak lepas dari angka vaksinasi yang cukup tinggi, patut disyukuri. Pasar Malam, Pestanya Rakyat Antusiasme masyarakat untuk mengunjungi Pasar Malam di Pondok Indah sangat tinggi. Pengunjungnya berjubel, penuh sesak dan susah untuk bergerak. Maklum, mungkin karena malam minggu. Baru sekira seminggua...

Angkot, nasibmu kini...

Jakarta terik hari ini. Pagi hari matahari sudah cukup menyengat, meskipun semalam gerimis mendera ibukota. Angin bertiup cukup kencang, cukup untuk menggoyang daun dan jemuran di pelataran. Cuaca cukup mudah berubah, pagi terik menjelang siang hujan turun. Sorenya cerah kembali merekah, tak jarang ketika malam, tiba-tiba hujan dengan intensitas lebat. Begitu kira-kira cuaca sebulan belakangan. Mengawali Ramadhan yang cerah ini, menyempatkan ke bengkel motor, untuk merefresh kerja mesin motor dan memperbaiki performanya, namanya juga motor butut he.he.he. Sembari menunggu motor dalam perawatan atau under maintenance, tetiba sekelebat dalam pandangan mobil angkot yang kondisinya cukup memprihatinkan, bopeng di sana-sini, seolah tak terawat. Melihat kondisi fisiknya saja sudah tak tega, bagaimana kalau kita jadi salah seorang penumpangnya? Was-was kali ya? Khawatir ditengah perjalanan mogok dan tak mampu melanjutkan ke tempat tujuan. Amsyong dah! Merawat mesin dan fisiknya untuk angkutan...

Hujan tak Menyurutkan Menyalurkan Hobi

Era tahun sembilan puluhan bisa dibilang merupakan generasi yang masih bebas berekspresi, terutama membaur dengan alam dan lingkungan sekitar. Kedekatan inilah yang membuat kekeluargaan satu dengan yang lainnya terjaga. Kebebasan untuk menikmati pesona alam yang masih hijau, jauh dari polusi.  Ada istilah BOLO atau kepanjangan dari Bocah Lali Omah (anak lupa rumah) karena kesehariannya habis untuk berpetualang di luar rumah. Ada pun nonton televisi hanya dihari Sabtu dan Minggu, itupun selepas bangun tidur, siangnya? Mbolang lagi! Beda zaman, beda kebiasaan. Keterbatasan pengetahuan tentang teknologi (dibanding saat ini) membuat generasi di era 90 an banyak menghabiskan waktu untuk bermain, berkumpul dan belajar tentang alam. Titen, dalam bahasa Jawa merupakan salah satu keahlian atau pengetahuan tentang sesuatu yang terjadi dengan pola tertentu dan berulang, bisa dibilang prediktif (berhubungan dengan alam). Salah satu contoh, kalau dulu musim hujan bisa ditebak. Memasuki bulan y...

[Resensi] Alpha Code Ritual 30 Menit Sehari Untuk Hidup Sukses

Mengawali PPKM Darurat yang sedang berlangsung di negeri ini, ada baiknya kita mengisi hari-hari dengan membaca buku. Ya, terkesan kuno dan ketinggalan jaman, namun bagi sebagian orang cara ini cukup mujarab untuk mengusir kebosanan. Bagi yang sedang WFH pun, bisa diselingi membaca buku favorit anda, tentu saja diluar jam kerja. Dari cover bukunya cukup menarik, "ritual 30 menit sehari untuk hidup sukses", apa iya bisa? Adakah ini hubungannya dengan pesugihan? Eits, tentu tidak. Buku ini secara gamblang menjelaskan bagaimana cara mengubah mindset kita untuk selalu berpikir positif dan memperbaiki habbit kita untuk mencapai goal atau tujuan? Cetakan pertama buku ini tahun 2019 dan ditulis oleh Debby Tanamal, seorang coach professional yang telah menyabet award dari berbagai negara, salah satunya Australia. Beliau merupakan pendiri Alphacode Indonesia yang spesialisasinya dibidang Career and Performance Coach dan Learning-performance Consultant. Pada buku ini dikupas tuntas bag...

Pengalaman Pertama Servis Motor di Bengkel Jakarta

Jakarta memang kota mahal, hampir setiap kesempatan dimanfaatkan sedemikian rupa untuk menjadi uang. Sekecil apapun peluang itu! Termasuk pengalaman pertama saya servis motor butut lansiran 2006. Setelah beberapa hari diperjalanan, pengiriman motor akhirnya sampai juga di Ibukota, Jakarta. Selama pengiriman tak ada masalah berarti, semua diterima dengan kondisi baik tanpa cacat sedikit pun. Namun selang sekira dua harian masalah mulai muncul, oli rembes cukup parah! Sebagai orang yang awam tentang permotoran, saya coba membereskan motor ke dokternya alias bengkel. Semula saya mencoba browsing bengkel motor terdekat, mulai bengkel resmi hingga tepian jalan. Ternyata bengkel resmi nya lumayan jauh dari tempat tinggal, akhirnya saya memutuskan memilih bengkel terdekat. Berbekal google map, bengkel motor yang saya cari pun ketemu! Dari "display" bengkelnya sepertinya oke, karena ada beberapa motor yang "kelihatan" sedang diservis. Sparepart motor juga tersedia disitu, m...

Ada Sesuatu di Jogja!

" terbawa lagi langkahku kesana, mantra apa entah yang istimewa, kupercaya selalu ada sesuatu di Jogja...." Mau berapa kali pun berkunjung ke Jogja, tetep aja kalian akan ketagihan! Jogja memang tak membosankan, Jogja memang indah, Jogja memang bener kata orang Jawa, "Jujugan Siapa Saja", ya untuk berwisata, ya untuk bersekolah! Daerah Istimewa yang terletak ditengah pulau Jawa bersanding dengan Kota Semarang di sebelah utara.  Berkesempatan mengunjungi Kota Jogjakarta awal April 2021 sungguh sebuah keberuntungan dan penuh perjuangan! Bermula dari "gojegan" (red: guyonan) teman kantor seusai pindah "markas" pada awal Maret 2021, keinginan kami untuk melepas penat dengan rutinitas padat di Ibukota Jakarta ke Jogja akhirnya terwujud! Ya, tanpa rencana panjang akhirnya bualan itu jadi kenyataan 😅 Si A sanggup untuk bayar uang bensin, Si B siap untuk biaya penginapan dan armadanya, Si C bersepakat menanggung biaya toll dan Si D berbekal usia muda se...