Langsung ke konten utama

Postingan

Standar Evakuasi Gedung Bertingkat

Pagi itu tampak biasa saja, tak ada pemandangan yang aneh dengan pengamanan seputar gedung. Hanya saja, security yang biasa stand by di persimpangan parking ground tak berjaga. Cuaca cukup cerah. Seperti diketahui, menjelang jam sembilan pagi, kawasan perkantoran di Sudirman Central Busines District atau SCBD sudah ramai lalu lalang kendaraan dan karyawan. Kendaraan mengular di depan gedung, mengantri masuk ke lokasi parkir. Sama halnya dengan pegawai kantoran, antri screening bak antri sembako!😅 Jalanku sedikit kencang, maklum jamnya sudah mepet, khawatir terlambat! Meskipun kata kebanyakan orang, lebih baik terlambat daripada enggak sama sekali. Langkah demi langkah, dan setapak demi setapak tangga eskalator yang sedang berjalan itu ku terobos, jam sudah menunjukkan 08.25 WIB, itu artinya 5 menit lagi sudah harus duduk manis di singgasana 🤣 Benar saja, ruang kerja hampir penuh, rekan-rekan sudah mengawali pekerjaan pagi itu. Aku yang baru duduk, langsung saja ambil perlengkap...

S-T-A-R cara yang tepat atasi emosi

Jakarta adalah kota yang multikultural. Berbagai suku berkumpul di kota ini. Tentu saja dengan segala perbedaan, termasuk bahasa, adat istiadat atau kebiasaan. Dengan tingkat kepadatan penduduk terbesar di Indonesia, Jakarta selalu sibuk dan tiada hentinya. Untuk menjangkau tempat yang tak terlalu jauh saja, dibutuhkan berjam-jam lamanya. Jalanan dimodifikasi sedemikian rupa, tetap saja tak mampu menampung jumlah kendaraan yang ada, apalagi di jam sibuk, macetnya warrrrr byaaasaaahhh ! Kata teman, kalau sudah di Jakarta, apalagi di jalan, kudu sabar dan tawakal. Banyak pengendara yang grusa-grusu mengejar waktu. Ada juga yang ngebut, agar isi dompet tak cemberut. Pelan asal sampai tujuan??!! Juga tak sedikit. Ditambah lagi komunitas jaket ijo yang tumbuh subur bak jamur. Menambah kemeriahan jalanan Ibukota. Ibarat taman, Jakarta adalah bunga yang sedang mekar-mekarnya, dan dikerubuti berbagai macam serangga. Terlalu mempesona!♥️♥️♥️ Dengan mobilitas yang sangat tinggi (dibanding kota l...

Karut Marut Standar Stadion Sepak Bola Nasional

Menjelang tahun politik, 2024, apa pun akan dilakukan politikus untuk menggaet suara di gelaran pemilu. Tak terkecuali dari sumber pendulang suara yang cukup banyak, termasuk cabang olahraga "merakyat. Ya, bisa ditebak, sepak bola! Basis suporter bola di negeri ini cukup besar, dan menjadi "sasaran empuk" bagi pemangku kepentingan, terutama mereka yang akan mencalonkan diri menjadi "abdi negara". Drama kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia U-20 menjadi puncaknya!!! Banyak rumor yang digulirkan ke "permukaan", mulai dari isu penolakan keikutsertaan Israel oleh "pejabat publik", hingga kusutnya pengungkapan Tragedi Kanjuruhan, 01 Oktober 2022, di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Namun yang paling santer beredar di masyarakat luas, termasuk media internasional, adalah kegagalan federasi dalam menyelenggarakan kompetisi yang aman dan nyaman. Sehingga menimbulkan korban jiwa yang tak sedikit, 135 nyawa melayang di stadion! Tragisnya, se...

Wisata Sehat, ya ke Lapangan Blok S Aja!

Weekend menjadi waktu favorit warga Jakarta untuk hangout , tak harus nongkrong di kafe, nge-mall atau nonton film terbaru di bioskop, bisa jadi menghabiskan akhir pekan untuk berolahraga, sebut saja jogging , futsal, basket, atau bola voli. Semua jenis olahraga yang saya sebutkan di atas ada di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Kota Administrasi Jakarta Selatan. Lapangan ini berada di tempat yang cukup strategis di dekat persimpangan dari Jaksel menuju ke Jakpus atau Jaktim, jadi jika anda melintas di seputaran Lapangan Blok S, bisa melipir sebentar untuk sekedar mencari keringat atau kulineran. Yaps , di sekitaran lapangan Blok S ini dikelilingi pedagang UMKM. Beragam jenis makanan, dari ringan hingga berat mengenyangkan perut, cukup mudah dijumpai di sini. Tepatnya di sisi timur dan utara lapangan. Jadi tak perlu khawatir perut kosong, yang  jelas aman di kantong!   Mau berolahraga di pagi atau malam hari? bisa! terutama untuk lapangan futsal dan bola basket atau joggi...

Ngadem di Kiddie Zone Blok M

Akhir pekan adalah saat yang tepat untuk bersantai dan bermain bersama keluarga. Setelah beberapa kali "hanya lewat," dan cuma melihat, akhirnya si Kecil mulai berani mengutarakan kemauannya, mandi bola di arena bermain Kiddie Zone.  Ya, beberapa bulan Kiddie Zone hadir di Blok M Square. Letaknya cukup strategis, persis di tengah area mall legendaris ini. Dulu, tempat ini sempat disewa oleh penjual sepatu dan beberapa kali juga jadi "dealer dadakan" beberapa merk mobil. Sering gonta-ganti teenant.  Namun, Kiddie Zone ini mampu bertahan beberapa bulan, termasuk capaian yang lumayan hebat, ditengah gempuran game online dan permainan lainnya di genggaman, ya handphone!  Berada di lantai Ground Blok M, Kiddie Zone memiliki luas kira-kira 10x10 meter. Tak permanen, hanya pagar bertali yang melingkar dengan tinggi kurang lebih satu meteran.  Bola disebar di seluruh area bermain. Hanya ada dua warna, kuning dan hijau. Di arena ini ada beberapa permainan, meliputi trampolin...

Restu Panda, Bus Antar Kota Dalam Provinsi yang Masih Eksis Hingga Kini

Ditengah gempuran persaingan bisnis transportasi, PO Restu Panda masih saja eksis, melayani penumpang antar kota dalam provinsi, Jawa Timur. Dulu sebelum bermetamorfosis menjadi Restu Panda, PO ini bernama Restu. Satu yang tak berubah, warna hijaunya mendominasi di badan bus! Bus ini menjangkau hampir di seluruh wilayah Jawa Timur. Bus berkapasitas 50 penumpang ini termasuk tahan "goncangan". Dulu ada puluhan "pemain" rute Surabaya-Malang, namun kini hanya tersisa beberapa nama lama, seperti Tentrem, Kalisari, Jaya Utama dan Pelita. Namun, dari jumlah armada yang berseliweran, Restu Panda dan Tentrem adalah jawaranya. Keberadaan bus antar kota masih sangat dibutuhkan, terutama bagi pekerja. Jalur yang dilintasi hampir semuanya adalah kawasan padat industri. Sebut saja Kecamatan Pandaan, Gempol, Sidoarjo, Surabaya hingga Gresik.  Restu Panda bisa bertahan karena sistem pengawasan dan kontrolnya cukup ketat. Setiap peraturan selalu ditempel di kaca jendela kiri dan ka...

Merawat Silaturahmi, Menjalin Kebersamaan, Idulfitri 1444 H

Cuaca di Ibukota mendadak sejuk, dua hari menjelang lebaran, hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama. Cobaan ketika Ramadan tahun ini adalah cuaca yang panas, karena pancaran sinar matahari sangat terik, tapi semua itu terbayar menjelang Idulfitri!!! Hujan membawa berkah dan mengubah cuaca gerah jadi lega he.he.he. Fokus tahun ini adalah "kemungkinan" perbedaan penetapan awal bulan Syawal, yang notabene menjadi tolok ukur jatuhnya Idulfitri. Dua ormas terbesar di Indonesia ini mempunyai metode yang berbeda untuk menentukan tanggal 1 Syawal, yakni menggunakan hisab dan rukyatul hilal. Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal bertepatan dengan tanggal 21 April 2023, sedangkan NU dan pemerintah melalui hasil sidang Isbat, ditetapkan tanggal 1 Syawal 1444 H, jatuh pada Hari Sabtu, tanggal 22 April 2023. Apapun hasilnya, tahun ini, lebaran dua kali! Senang, suka, riang gembira, bungah ing manah! Tak perlu fokus pada perbedaan Idulfitri, toh kita sudah terbiasa berb...

Melawan Dingin, Menjajaki Lava Tour Merapi

Sedari malam cuaca Jogja tak berubah, mendung dan gerimis. Tak deras, hanya satu, dua tetes butiran air yang turun. Kabut juga sempat menyapa daerah istimewa Ngayogyakarta, bisa dibayangkan betapa dingin pagi itu. Anehnya, aku masih menyalakan pendingin ruangan di kamar hotel, hasilnya? tarik selimut agar tak menggigil. Dari balik jendela coba ku tengok lalu lintas juga masih lengang, padahal ini hari Sabtu, berbeda dengan di Jakarta, lepas subuh kendaraan sudah meraung-raung membawa tuannya ke tujuan yang dia mau. Hanya nampak dipojokan Hotel Khas Tugu, tepat disebelah kanan, antrian panjang yang aku pun tak tahu, apa yang sedang mereka tunggu? Bisa mengular seperti itu.  Bus pariwisata pun juga meluber hingga terparkir di badan jalan. Sesekali juga terlihat beberapa driver bus serius membersihkan sisa "peluh" air hujan yang masih menempel di karoserinya. Tak ada yang terburu-buru di sini. Semua berjalan dengan selow dan natural, tak dibuat-buat. Kontras dengan pemandangan ...

Menerobos Hujan, Melesat ke Kota Klaten (Day One)

Februari memang puncak musim hujan, namun tak sedikit pun mengoyak niat kami untuk melancong keluar kota. Tekad bulat kami tak terbendung, setelah tiga tahun agenda rutin workshop ter- pending ,  akhirnya di 2023 ini kita bisa meluncur ke Jogja! Jogja memang tak pernah luntur pesonanya, semakin hari daerah istimewa ini semakin ramai dikunjungi wisatawan.  Tak hanya turis domestik, namun cukup mudah menjumpai pelancong asing yang menghabiskan waktunya di Kota Gudeg ini. Tak pelak, setiap long weekend,  warga yang tinggal di sekitar Jogja mengeluh karena lalu lintasnya mampet. Kemacetan tak hanya membawa masalah, namun juga membawa berkah. Coba tengok berapa banyak pedagang makanan atau bensin eceran yang kebanjiran berkah? Rombongan kami berangkat dari Jakarta sekira jam 20:00 WIB, lalu lintas masih lumayan padat, bahkan kami menggunakan jasa Patwal untuk mengantisipasi kemacetan Ibukota. Meskipun tetap harus penuh kehati-hatian karena kondisi lalin yang padat merayap. Pa...

Maroko dan Tukang Tambal Ban Dadakan di HBKB

Jakarta tak diguyur hujan semalam, meskipun sedari siang awan pekat menyelimuti langit Ibukota. Angin juga lagi kenceng-kencengnya. Cukup membantu cucian untuk lekas kering 😀 Cuaca akhir pekan yang bersahabat ini patut di syukuri oleh para Gibol! Kenapa? Yuk simak 😁 Tak hanya di Jakarta, bahkan di dunia sedang demam sepakbola. Gelaran Piala Dunia 2022 sebabnya! Hampir sebulan hajatan 4 tahunan ini dihelat, semakin hari, pertandingan semakin seru. Jum'at dan Sabtu, perempat final dimainkan, ada bentrok Brazil vs Kroasia, Argentina vs Belanda, Maroko vs Portugal dan ditutup laga Perancis vs Inggris di hari Minggu dini hari. Dari delapan negara di atas, mungkin satu nama negara yang sedikit "asing" ditelinga kita, Maroko! si Giant Killer, begitu saya menyebutnya. Negara yang telah berpartisipasi lima kali di piala dunia ini, langsung menjadi sorotan dunia, terutama insan sepakbola. Semalam, Morroco atau Maroko mengamankan tiket semifinal pertamanya, setelah berhasil mengal...

Sirah Ngelu? Yo Menyang Kopi Telu!

Sirah ngelu, yo menyang Kopi Telu!  (kepala pening, mari ke Kopi Telu) Adu kreatif untuk menarik pengunjung mampir ke warung, kafe atau tempat nongkrong adalah hal yang lumrah dalam dunia usaha. Meskipun tempat strategis serta harga murah, belum tentu mampu "menghipnotis" calon konsumen. Sebelum ngopi menjadi "budaya", bisnis warung kopi belum dikelola secara profesional. Dulu warung kopi (Warkop) didesain sekadarnya saja dan hanya menjual kopi item (kopi hitam), kalau pun mau ditambah "susu", ya paling mentok ditambah kental manis! Awal booming, Warkop menawarkan WiFi untuk memikat para kopi mania (Kopman) betah dan berlama-lama di warung. Tentu saja tak hanya kopi yang ditawarkan, ada mie instan, aneka gorengan dan cemilan ringan semacam keripik dan kerupuk atau stik kentang. Tak jarang  makanan berat juga dijajakan, seperti nasi goreng. Pertama kali viral, Warkop Giras paling dicari mahasiswa pada jamannya. Sekira awal tahun 2000-an Warkop Giras begitu ...