Langsung ke konten utama

Postingan

Semilir Angin di Tanjakan Tiga Belas

Senja sore masih sedikit membias, ditengah padatnya lalu lintas. Temaram, sejurus sang surya perlahan mulai tenggelam. Klakson berdentingan, mirip lagu yang tengah digubah orchestra, sedikit kacau karena tak ada sang empunya. Jakarta, setiap Jum'at selalu grusa-grusu , seperti ada yang dirindu. Lampu masih merah, namun tak sabar ingin serobot saja. Satu..dua..tiga..gas poll! Motor semburat  layaknya pembalap di lintasan, ngacir! Belum lagi yang nyelonong memotong jalur yang tak semestinya, emosi pun membuncah, sial! Drama yang tersaji hampir disetiap sore tiba, di Ibukota. Beruntung sore itu lalin cukup "lengang" kata temenku. Padahal padat merayap, hampir tak ada cela, tapi jalan terus. Masih kata dia, biasanya jalur yang kami lalui ini langganan macet, mampet, yang bikin muka sedikit pucat, berharap "parkir" berjamaah dijalanan segera terurai.  Coba tengok kanan kiri, lalu lintas memang tak ada beda, dari arah berlawanan justru cenderung macet, mungkin banyak ...

Lagi Pusing? Yuk Main ke Taman Puring

Di Ibukota, menemukan taman hutan kota memang bukan hal yang susah, maklum, selain untuk mengurai polusi, kehadiran hutan taman kota sekaligus solusi untuk "rekreasi". Akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk mengurangi rasa pening, salah satunya ke Taman Puring! Rimbunnya pepohonan dan udara segar menjadi barang berharga di Ibukota. Terbukti setiap akhir pekan, kawasan puncak Bogor selalu ramai dikunjungi warga yang mayoritas berasal dari Jakarta.  Keinginan yang sama membuat kondisi lalu lintas menuju kawasan puncak Bogor sering macet di hari Sabtu dan Minggu, bahkan Jum'at malam sudah merambat, hebat! Healing back to nature adalah favorit . Wisata alam masih menjadi pilihan utama bagi sebagian besar keluarga. Ditengah aktifitas yang padat dan menguras tenaga, mata ini seolah ingin melihat hal berbeda, tak melulu di depan layar laptop atau komputer saja. Sesekali mata boleh dimanja dengan pemandangan alam, entah itu curug, pantai atau hamparan kebun teh. Dan semua itu ...

Menikmati Hiburan Indonesia Tempoe Doeloe!

Spanduk Jakarta Hajatan atau Jakarta Celebrate menghiasi beberapa sudut Ibukota. Ya, Jakarta sedang memperingati hari jadinya yang ke 495! Artinya, hampir lima abad lamanya kota multi kultural ini berdiri.  Sesuai tema atau tagline- nya, gelaran pesta hari jadi Jakarta cukup semarak, salah satunya pesta rakyat yang semalam sempat saya kunjungi. Pasar Malam! Dua tahun lamanya Ibukota "hibernasi", tak ada acara offline yang digelar sejak pandemi Covid-19 melanda negeri. Praktis, hal ini sangat berpengaruh pada animo masyarakat untuk menikmati pertunjukan offline. Prokes mulai longgar, masker kini tak wajib lagi dikenakan di luar ruangan, hanya saja tetap memperhatikan kebersihan. Ini tak lepas dari angka vaksinasi yang cukup tinggi, patut disyukuri. Pasar Malam, Pestanya Rakyat Antusiasme masyarakat untuk mengunjungi Pasar Malam di Pondok Indah sangat tinggi. Pengunjungnya berjubel, penuh sesak dan susah untuk bergerak. Maklum, mungkin karena malam minggu. Baru sekira seminggua...

Goa Cina, "Vitamin Sea" yang Layak Dikunjungi

Hampir dua minggu lamanya belum update diaset berharga ini, blog gratisan, tempat yang pas untuk titip tulisan. Tidak hanya diingatan dan lisan, cerita itu berharga dan menyimpan makna. Kisahnya tak akan lekang oleh waktu. Jangan berpikir menulis itu tak berharga, karena setiap tulisan ada penggemarnya. Tak perlu fokus pada seberapa banyak tulisan Anda dibaca, demi tujuan yang mulia. Ah sudahlah, selamat membaca ya!🙌 Goa Cina, pantai yang terletak di ujung selatan Kabupaten Malang. Membujur dari timur ke barat tak jauh dari jalur lingkar selatan Jawa. Jarak tempuh dari pusat Kota Malang sekira tiga jam.  Ada banyak pilihan jalur untuk mencapai Pantai Goa Cina ini. Ada jalur mainstream via Balekambang, atau jalur anti mainstream via Sendang Biru. Bagi Anda yang memiliki sanak saudara atau putra putri yang rentan "mabuk" darat, jangan coba-coba melintas jalur Sendang Biru. Jalanan yang curam, ditambah dengan kelak kelok yang panjang, cukup untuk mengocok perut supir dan pen...

Eksotisnya Air Terjun Dlundung

Dlundung Waterfall atau Air Terjun Dlundung bukan wisata alam yang baru dibuka. Air terjun yang terletak di kaki Gunung Arjuno ini sejak lama sudah ada. Belakangan nama Dlundung semakin didengar banyak orang. Tak pelak, kini Dlundung menjadi primadona baru destinasi wisata alam. Memasuki musim libur lebaran Kawasan Wisata Dlundung Waterfall atau air terjun Dlundung dibanjiri wisatawan. Ribuan pengunjung memadati tempat wisata di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Terlihat dari jumlah kendaraan yang terparkir di sepanjang pintu masuk mengular hingga area pendapa/ rest area . Dlundung terus berbenah! Untuk menarik minat wisatawan, pengelola wisata Dlundung terus melakukan inovasi dan mempercantik tampilan di sekitar area air terjun. Selain menambah fasum (Musholla, Toilet dan Lahan Parkir), manajemen juga menambah satu wahana menarik lainnya, rumah kelinci! Harga Tiket Masuk (HTM) ke rumah kelinci cukup terjangkau, hanya Rp.10.000/ orang. Belum termasuk ongkos pakan, wortel. Anda bis...

Cimory Dairy Land kami kembali!

Cuti bersama lebaran 1443 hijriah telah diketok pemerintah hingga sepekan lebih. Start 29 April dan berakhir 08 Mei 2022. Waktu yang cukup panjang ini tidak hanya dimanfaatkan untuk silaturahmi, tapi juga berwisata. Pilihan wisata, terutama di Jawa Timur, kini mulai bervariasi, ada wisata alam, wisata buatan hingga wisata religi. Di wilayah Kabupaten Pasuruan, tercatat puluhan tempat wisata favorit yang sayang untuk dilewatkan. Setelah Masjid Muhammad Cheng Hoo yang berlokasi di Kelurahan Kasri, Kecamatan Pandaan, terbaru ada Masjid Merah yang berada di sekitar Kawasan Terpadu Taman Dayu Pandaan. Warnanya merah menyala di tengah hehijauan hamparan sawah, megah! Konsep masjid ini cukup menarik, ada kafe dengan pilihan menu khas millenial . Untuk menemukan Masjid Merah ini cukup mudah, Anda hanya perlu melintas di Raya Taman Dayu. Jika dari raya Surabaya Malang, Anda perlu masuk ke KFC Taman Dayu, dan lurus ke arah selatan. Sekira satu kilo meter, tujuan anda ada di sebelah kanan, Masjid...

Catatan Mudik Lebaran 1443 Hijriah

Mudik atau mulih disik (red: pulang kampung dulu) adalah tradisi turun temurun. Kebanyakan pelaku perjalanan mudik adalah perantau yang ada di kota-kota besar, dan berkarya atau bekerja di sana. Lebaran adalah momen istimewa bagi warga rantau, selain silaturahmi, mereka bisa memantau perkembangan kampung halaman mereka. Lebaran tahun 2022 ini bertepatan dengan hari Senin, tanggal 02 Mei 2022. Pemerintah menetapkan libur lebaran dan cuti bersama sepekan lebih, dimulai dari tanggal 29 April s.d 08 Mei 2022, mantab! Tak mengherankan kebijakan ini diambil, mengingat ditahun 2020 dan 2021, pemerintah membatasi pergerakan masyarakat untuk menghadapi pandemi covid 19.  Dua tahun berselang, pemerintah melonggarkan pembatasan. Para pelaku mudik lebaran bisa dengan bebas melakukan mobilisasi, tentu dengan prokes yang ketat. Alhasil, macet pun terjadi di mana-mana.  Rekor jumlah pemudik tahun-tahun sebelumnya pecah! Berdasarkan data Jasa Marga pengguna jalan yang melintas tol trans Jawa ...

Ayo Mudik, Jangan Panik!

Lebaran Idul Fitri 1443H tinggal menghitung hari, itu artinya para perantau siap melakukan ritual tahunan, mudik alias pulang kampung, tak terkecuali saya!hehehe Momen mudik lebaran tahun ini akan "beda" dengan momen mudik dua tahun sebelumnya, itu artinya tahun 2020 dan 2021 ada pembatasan karena pandemi covid-19.  Kini memasuki tahun 2022, pemerintah mulai melonggarkan mobilisasi warga dengan catatan. Warga yang akan mudik diwajibkan untuk mematuhi prokes. Hal ini untuk menghindari lonjakan kasus harian covid pasca lebaran. Setiap warga yang melakukan perjalanan baik melalui transportasi darat, air dan udara diwajibkan telah memperoleh vaksin hingga dosis ketiga atau booster. Bagi calon penumpang yang telah mendapatkan vaksin booster dibebaskan dari test PCR atau antigen. Bagi calon penumpang yang telah mendapatkan vaksinasi dosis dua, diwajibkan menunjukkan hasil rapid antigen 1x24, atau PCR 3x24 jam dengan hasil negatif. Sedangkan bagi calon penumpang yang baru mendapatka...

Puasa, "mainan" air? Seru kali ya...

Hari pertama puasa Ramadhan adalah cobaan yang sesungguhnya, terutama bagi yang jarang atau tidak pernah puasa sunnah. Ramadhan datangnya setahun sekali, dan selama itu pula perut tidak dilatih untuk "istirahat" dalam sebelas bulan sebelumnya. Rasa kantuk dan lunglai sudah menjadi hal lumrah dihari perdana kita puasa. Dahaga menjadi pelengkap, ketika cuaca sedang panas-panasnya. Ada baiknya alihkan perhatian anda pada hal-hal positif lainnya, agar bisa melewati masa-masa "sulit" itu. Misalkan memperdalam ilmu atau pengetahuan agama. Bisa dengan membaca buku tentang Islam, atau anda tertarik dengan sejarah perkembangan Islam. Mendengar ceramah pemuka agama, menyimak kajian Islam dan membaca Al-Quran.  Atau menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Hindari aktifitas berat dan berlebihan di hari pertama puasa, untuk menjaga stamina dan energi. Misalkan merawat hewan peliharaan, menyiram  tanaman, service mobil/ motor, cuci mobil atau motor. Tinggal duduk, datang, diam, me...

Angkot, nasibmu kini...

Jakarta terik hari ini. Pagi hari matahari sudah cukup menyengat, meskipun semalam gerimis mendera ibukota. Angin bertiup cukup kencang, cukup untuk menggoyang daun dan jemuran di pelataran. Cuaca cukup mudah berubah, pagi terik menjelang siang hujan turun. Sorenya cerah kembali merekah, tak jarang ketika malam, tiba-tiba hujan dengan intensitas lebat. Begitu kira-kira cuaca sebulan belakangan. Mengawali Ramadhan yang cerah ini, menyempatkan ke bengkel motor, untuk merefresh kerja mesin motor dan memperbaiki performanya, namanya juga motor butut he.he.he. Sembari menunggu motor dalam perawatan atau under maintenance, tetiba sekelebat dalam pandangan mobil angkot yang kondisinya cukup memprihatinkan, bopeng di sana-sini, seolah tak terawat. Melihat kondisi fisiknya saja sudah tak tega, bagaimana kalau kita jadi salah seorang penumpangnya? Was-was kali ya? Khawatir ditengah perjalanan mogok dan tak mampu melanjutkan ke tempat tujuan. Amsyong dah! Merawat mesin dan fisiknya untuk angkutan...

Tengok lagi, mall di Jakarta mulai bergairah

Wajahnya penuh peluh, namun tak sedikitpun raut mukanya terlihat kusut. Beberapa kali diusapkan ke wajahnya handuk kecil yang melingkar di lehernya. Suaranya begitu lantang, memecah kebisingan diseputaran. Berlari ke sana kemari, seolah tiada henti, ya itulah rejeki, selalu hadir ditengah mimpi. Datang tak diundang, pergi harus dikejar. Botol air mineral yang "berkeringat dingin" menemani aktifitasnya siang yang terik. Semangat tukang parkir ditengah sibuknya pusat perbelanjaan di Ibukota, Jakarta. Kurang dari hitungan jari, Ramadhan akan tiba. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini perayaan Ramadhan terlihat lebih semarak. Beberapa pusat perbelanjaan terlihat ramai pengunjung. Parkir sepeda luber hingga luar gedung. Menjelang Ramadhan, mall dan pusat perbelanjaan cukup ramai, tentu dengan prokes yang ketat. Pemeriksaan setiap pintu masuk cukup tertib. Mulai cek suhu, hingga check in melalui aplikasi PeduliLindungi terpasang di pintu masuk. Belanja fashion dan sekedar ...

TMR, Taman Main Rakyat yang Sesungguhnya!

Berkesempatan berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan atau Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menjadi pengalaman unik sekaligus menarik. Dibalik bangunan tinggi menjulang di Jakarta, keberadaan TMR menjadi pembeda! Kawasan hijau nan asri di Selatan Jakarta ini bisa dibilang "paru-paru kota" yang cukup luas. Keberadaan pepohonan yang rimbun dan bermacam-macam jenisnya jadi hal unik untuk dipelajari. Disamping fauna yang jumlahnya ribuan, flora yang tersebar di TMR ini juga tak kalah jumlah dan ragamnya. Setiap pohon yang ditanam, disediakan papan informasi dan profilnya, pun begitu dengan hewannya. Kesan pertama yang terlintas begitu menginjakkan kaki di Ragunan, meneduhkan!  Dari sejarahnya, taman yang memiliki luas kurang lebih 147 hektar ini merupakan relokasi dari taman Cikini yang dulu bernama Planten en Dierentuin. Didirikan oleh Culturele Vereniging Planten en Dierentuin diatas tanah 10 Ha yang merupakan pemberian Raden Saleh dimasa pendudukan Belanda, atau dikenal dengan nama...

Hujan tak Menyurutkan Menyalurkan Hobi

Era tahun sembilan puluhan bisa dibilang merupakan generasi yang masih bebas berekspresi, terutama membaur dengan alam dan lingkungan sekitar. Kedekatan inilah yang membuat kekeluargaan satu dengan yang lainnya terjaga. Kebebasan untuk menikmati pesona alam yang masih hijau, jauh dari polusi.  Ada istilah BOLO atau kepanjangan dari Bocah Lali Omah (anak lupa rumah) karena kesehariannya habis untuk berpetualang di luar rumah. Ada pun nonton televisi hanya dihari Sabtu dan Minggu, itupun selepas bangun tidur, siangnya? Mbolang lagi! Beda zaman, beda kebiasaan. Keterbatasan pengetahuan tentang teknologi (dibanding saat ini) membuat generasi di era 90 an banyak menghabiskan waktu untuk bermain, berkumpul dan belajar tentang alam. Titen, dalam bahasa Jawa merupakan salah satu keahlian atau pengetahuan tentang sesuatu yang terjadi dengan pola tertentu dan berulang, bisa dibilang prediktif (berhubungan dengan alam). Salah satu contoh, kalau dulu musim hujan bisa ditebak. Memasuki bulan ya...

Covid Ditengah Perubahan Cuaca

Tepat di Bulan Februari 2022, Indonesia sedang memasuki musim pancaroba, tak terkecuali Ibukota Jakarta. Cuaca yang sebelumnya panas berhari-hari mendera Kota Kolaborasi ini. Cukup terik, dan membuat tubuh bermandikan keringat. Jika tak hati-hati, masuk angin bisa menghampiri. Teriknya saat itu bisa mencapai tiga puluh derajat, bisa dibayangkan bagaimana gerahnya Jakarta di Bulan Januari. Namun, berselang sebulan kemudian, Jakarta berubah menjadi dingin, akibat hujan dan angin kencang yang terjadi hampir setiap hari. Kondisi cuaca harian juga tak menentu, tiba-tiba hujan deras, seketika berubah menjadi panas. Faktor inilah yang menyebabkan imunitas setiap orang diuji.  Jakarta masuk musim pancaroba. Setali tiga uang, penderita flu semakin hari kian bertambah. Berbanding lurus dengan jumlah pasien covid yang juga meledak. Apakah ini flu? Atau memang covid mulai merebak dengan varian omicronnya? Kita banyak dibingungkan dengan situasi sekarang, karena gejala omicron mirip atau sama d...

Magis Idul Fitri!

Idul Fitri Jam masih menunjukkan pukul 03:30 pagi, namun suara kokok ayam mulai bersahutan. Lirih terdengar tarhim Subuh berkumandang dari corong masjid. Udara cukup dingin, hujan turun semalam, meskipun sebentar, tapi sudah membuat hawa sejuk dikampungku. Rasanya baru saja mata terpejam, namun terbangun karena janji yang ku buat bersama teman-temanku. Aku habis begadang bersama mereka, menikmati malam takbiran, Idul Fitri. Semangat untuk bermain, berkumpul, bersenda gurau dan momen hari raya Idul Fitri menjadi pembeda pagi itu. Tak seperti hari-hari biasanya, bangun pagi adalah ritual terberat dan penuh perjuangan. Spesial hari ini, alarm otomatis muncul dari otak untuk membangunkan tuannya, percaya atau tidak, tapi itu sering terjadi. Buru-buru aku turun dari tempat tidur, sembari mengumpulkan tenaga, aku merapikan bantal, guling dan sprei yang terlihat berantakan dan acak-acakan. Rupanya tidurku pulas, meskipun hanya tiga jam, yang terpenting bagiku tidurku berkualitas. Sayup-sayup ...